Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Kuwu Sarajaya Terancam 15 Tahun Penjara

Ani Nunung Aryani
ILUSTRASI Korupsi.*/DOK. PR
ILUSTRASI Korupsi.*/DOK. PR

SUMBER, (PR).- Diduga korupsi dana desa dan bantuan provinsi, AL, kuwu Desa Sarajaya Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Cirebon.

Berdasarkan hitungan sementara, nilai dana yang dikorupsi tersangka mencapai lebih dari Rp 350 juta.

Tersangka pun terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara sesuai dengan pasal pelanggaran yang disangkakan yakni pasal 2  juncto pasal 3 juncto pasal 8 juncto pasal 18 ayat (1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menurut Kapolres Cirebon Ajun Komisaris Besar Suhermanto,  melalui Kasubag Humas Polres Cirebon Inspektur Satu Muhyidin, saat ini kasusnya tengah disidik Satreserse kriminal Polres Cirebon unit Tipikor.

"Akibat perbuatan tersangka AL, negara dirugikan sebesar Rp 354.768.461. Saat ini proses penanganan perkara terhadap tersangka AL sudah tahap penyidikan dan berkas sudah dilimpahkan ke JPU Kabupaten Cirebon," ungkap Muhyidin.

Selain meminta keterangan sejumlah saksi, sejumlah dokumen dari mulai Peraturan Desa, permohonan pencairan bantuan, sejumlah buku tabungan, surat teguran dari Camat Lemahabang, surat pernyataan pertanggungjawaban atas temuan penggunaan Dana Desa hasil pemeriksaan Inspektorat yang ditandatangani tersangka dan satu lembar STNK kendaraan roda empat, diamankan penyidik.

Wajib lapor

Menurut Muhyidin, saat ini tersangka tidak dalam penahanan namun hanya wajib lapor. Terungkapnya kasus dugaan korupsi tersebut bermula dari laporan warga desa setempat. 

Selain menaikan nilai proyek yang dibiayai dana desa maupun bantuan provinsi, ada juga yang fiktif.

"Modus operandi tersangka yaitu menggunakan dana desa tahap I tahun 2017 dan bantuan provinsi tahun 2017, untuk kepentingan pribadi," jelasnya. 

Sebenarnya, lanjutnya, dalam beberapa kali kesempatan Camat Lemahabang sudah melayangkan teguran kepada tersangka. Namun rupanya tersangka tidak mengindahkan teguran tersebut.

"Dari dokumen yang disita, di antaranya ada surat teguran pertama tertanggal 1 November2017 dan ketiga tertanggal 9 Januari 2018 yang ditandatangani Camat Lemahabang, dan ditujukan kepada Kuwu Sarajaya," paparnya.

Bahkan, lanjutnya, dari dokumen juga ada surat pernyataan kesanggupan tersangka mempertanggungjawabkan penggunaan dana desa dan bantuan provinsi.

Namun surat pernyataan bertanggung jawab tidak ditindaklanjuti, hingga perkara bergulir ke kepolisian.

"Surat pernyataan pertanggungjawaban atas temuan penggunaan dana desa tahap I tahun anggaran 2017 hasil pemeriksaan Inspektorat tahun 2018, tertanggal 10 Agustus 2018 yang ditandatangani oleh tersangka AL," jelasnya.

Dikatakannya, berdasarkan temuan hasil perhitungan kerugian negara dari Inspektorat Kabupaten Cirebon atas pengelolaan keuangan tahun 2017 Desa Sarajaya, setidaknya ada 15 proyek yang tidak sesuai baik besaran anggarannya maupun wujud fisiknya.

"Hasil perhitungan sementara nilai total kerugian negera sekitar Rp 354.768.461," paparnya.***
 

Bagikan: