Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Gedung Sate Bakal Jadi Destinasi Wisata Sejarah dan Budaya

Retno Heriyanto
GUBERNUR Jawa Barat M. Ridwan Kamil dalam pembukaan Anugerah Barli “Daur Ulang “ di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Senin, 19 Agustus 2019. Pemprov Jabar akan menjadikan Gedung Sate sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.*/RETNO HERIYANTO/PR
GUBERNUR Jawa Barat M. Ridwan Kamil dalam pembukaan Anugerah Barli “Daur Ulang “ di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Senin, 19 Agustus 2019. Pemprov Jabar akan menjadikan Gedung Sate sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.*/RETNO HERIYANTO/PR

BANDUNG,(PR).- Kebudayaan akan menjadi fokus pembangunan Jawa Barat. Begitu juga dengan Gedung Sate yang diproyeksikan menjadi kawasan wisaya sejarah dan budaya yang dapat dikunjungi masyarakat luas.

“Gedung Sate sudah menjadi ikon Kota Bandung dan bahkan ikon Jawa Barat serta nasional. Sejarah panjang Gedung Sate menjadi bagian dari perjalanan kebudayaan masyarakat Kota Bandung dan juga Jawa Barat,” ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam sambutannya pada pembukaan Anugerah Barli “Daur Hidup” di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro Bandung, Senin 19 Agustus 2019 petang.

Ditegaskan Kang Emil, demikian Ridwan Kamil biasa disapa, bahwa keseriusan Pemprov Jawa Barat menjadikan kebudayaan sebagai salah satu fokus pembangunan adalah dengan adanya pembangunan gedung pusat kebudayaan disejumlah kabupaten dan kota. “Sudah kami tekadkan, dalam lima tahun ke depan semua kabupaten dan kota di Jawa Barat sudah memiliki gedung pusat kebudayaan yang representatif,” tegas Kang Emil.

Dikatakan Kang Emil, kehidupan bukan hanya masalah urusan ekonomi. “Penting juga kita refleksikan relasi kita terhadap sesama manusia, kepada Tuhan, melalui ekspresi kesenian, khususnya seni rupa," ujar Kang Emil.

Berkaitan dengan rencana kawasan Gedung Sate akan dijadikan kawasan wisata sejarah dan budaya, Kang Emil menegaskan bahwa Gedung Sate sudah sejak lama menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya. “Wisata sejarah, karena Gedung Sate ini banyak menyimpan banyak cerita masa lalu, wisata budaya karena Gedung Sate merupakan salah satu bagian dari karya budaya yang sangat menarik untuk diketahui,” ujar Kang Emil.

Keberadaan Gedung Sate menurut Kang Emil sudah sejak lama dikenal sebagai ikonnya Kota Bandung. Namun pada masa sekarang, Gedung Sate juga dikenal sebagai ikon Jawa Barat, bahkan nasional karena keunikannya.

Aula jadi galeri seni

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Dedi Taufik mendukung upaya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk menjadikan kebudayaan sebagai salah satu fokus pembangunan Jawa Barat dan menjadikan Gedung Sate sebagai kawasan wisata sejarah dan budaya.

“Sebenarnya sejak lama kebudayaan menjadi salah satu bagian dari fokus pembangunan pemerintah Jawa Barat, karena masyarakat Jawa Barat tidak dapat lepas dari kebudayaannya yang sangat melekat kuat,” ujar Dedi Taufik, di sela kegiatan Anugerah Barli “Daur Hidup” yang dirangkai dengan Pameran Bersama Perupa Jawa Barat dan Kompetisi Drawing yang akan berlangsung hingga 28 Agustus mendatang.

Dikatakan Dedi, sebagaimana yang diharapkan oleh Gubernur Jawa Barat, kegiatan Anugerah Barli “Daur Hidup” adalah salah satu contoh kegiatan yang menjadi bagian dari rencana induk (master plan) Gedung Sate yang akan dijadikan wisata sejarah dan wisata kebudayaan. Nantinya, secara berkelanjutan dan rutin, aula barat dan timur akan dipajang lukisan karya pelukis dari Jawa Barat yang dapat diapresiasi oleh masyarakat dari mana pun.

"Gedung Sate memiliki dua ruang besar, aula barat dan timur yang dapat dijadikan galeri ruang pamer. Ruangan yang selama ini digunakan untuk kegiatan pemerintah, diharapkan gubernur, dapat juga menjadi fasilitas berbagai kegiatan seni budaya,” ujar Dedi.

Anugerah Barli “Daur Hidup” yang berlangsung muylai tanggal 19 hingga 28 Agustus mendatang, selain memamerkan sejumlah karya lukis Barli, juga memamerkan 150 karya lukis dari 91 orang pelukis sejumlah daerah dari Jawa Barat. Selain menggelar pameran dalam tajuk “Pameran Bersama Para Perupa Jawa Barat”, juga digelar kompetisi drawing.***

Bagikan: