Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 24.4 ° C

Entah 5 atau 25 Tahun Lagi, Bekasi Masuk Provinsi DKI Jakarta

Riesty Yusnilaningsih
PETUGAS Penerangan Jalanan Umum mengganti lampu jalan menggunakan lampu LED di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Rabu 7 Agustus 2019.*/ANTARA
PETUGAS Penerangan Jalanan Umum mengganti lampu jalan menggunakan lampu LED di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Rabu 7 Agustus 2019.*/ANTARA

BEKASI, (PR).- Kota Bekasi dinilai lebih baik menjadi bagian dari Provinsi DKI Jakarta. Oleh karenanya, wacana tawaran bergabungnya Kota Bekasi ke Provinsi DKI Jakarta sebaiknya diseriusi Pemerintah Kota Bekasi.

Hal itu disampaikan Sejarawan Bekasi Ali Anwar saat dimintai pendapatnya tentang wacana yang tengah hangat diperbincangkan warga Bekasi sejak sepekan terakhir.

"Agar tidak sebatas omongan, sebaiknya Pemkot Bekasi segera membentuk tim untuk menggodoknya," kata Ali Anwar, Selasa 20 Agustus 2019.

Menurut Ali Anwar, tawaran itu patut ditanggapi serius karena dia meyakini Kota Bekasi akan lebih baik jika kembali bergabung dengan DKI Jakarta. Apalagi, berdasarkan catatan sejarah, Kota Bekasi merupakan bagian tak terpisahkan dari Jakarta.

"Bekasi itu dulu bagian dari Jakarta. Maka tidak heran kalau sampai sekarang kultur Bekasi lekat dengan Jakarta," katanya.

PEMBANGUNAN Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Jalan Tol Jakarta-Cikampek di kawasan Jatimulya, Bekasi, Jumat 9 Agustus 2019.*/ANTARA

Belum lagi, sejumlah instansi pelayanan publik di Kota Bekasi terkait dengan struktur di Jakarta mulai dari instansi kepolisian, militer, serta aspek transportasi yang sudah terkoneksi antara Bekasi dengan Jakarta.

"Kode nomor telefon saja sudah sama. Jadi, memang tinggal pemerintahannya yang hingga kini masih terpisah," katanya.

Ketimpangan kontribusi

Selain faktor sejarah, Ali Anwar juga menyatakan bahwa persoalan yang terjadi di sejumlah sektor di Kota Bekasi dapat teratasi dengan penambahan anggaran dari Pemprov DKI Jakarta.

“Karena kalau bergabung dengan Jakarta, Pemprov DKI Jakarta punya APBD besar, bisa mencapai Rp 70 triliun. Kota Bekasi sekarang baru Rp 5 triliun, kalau ditambah lagi Rp 5 triliun jadi Rp 10 triliun, bisa selesai urusan kesehatan, pendidikan, pembangunan, dan lainnya kalau memang gabung ke Jakarta,” katanya.

Sementara kalau tetap bersama Jawa Barat, sekarang saja pendidikan jenjang SMA/SMK yang hendak digratiskan Pemkot Bekasi masih belum disetujui Pemprov Jabar. Lalu terkait kontribusi Kota Bekasi untuk Jabar yang cukup tinggi dari Pajak Kendaraan Bermotor, tapi kembali ke Bekasi dalam jumlah kecil.

"Itu kan bukannya lebih baik kalau untuk Kota Bekasi. Menurut perkiraan saya, cepat atau lambat Kota Bekasi akan kembali ke Jakarta, entah itu 5 atau masih 25 tahun mendatang," katanya.***

Bagikan: