Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Umumnya berawan, 26.1 ° C

Darurat Kekeringan Jabar, ACT Jabar Distribusikan Puluhan Ribu Liter Air

Advertorial
ACT Jabar mendistribusikan air bersih untuk membantu warga di beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat yang terdampak kekeringan.*/DOK. ACT
ACT Jabar mendistribusikan air bersih untuk membantu warga di beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat yang terdampak kekeringan.*/DOK. ACT

PEMERINTAH memprediksi bahwa kekeringan tahun ini lebih kering dari 2018 lalu. Berdasarkan data dari BMKG, musim kemarau akan terjadi pada Juli hingga Oktober mendatang. Bahkan, status kekeringan kali ini terus meluas. Musim kemarau membawa dampak kekeringan hampir di beberapa wilayah Jawa Barat. BPBD Jawa Barat menyatakan terdapat 13 kota/kabupaten terdampak kekeringan.

ACT (Aksi Cepat Tanggap) Jawa Barat bekerjasama dengan MRI (Masyarakat Relawan Indonesia) merespon bencana ini dengan mendistribusikan air bersih mulai dari awal juli hingga agustus 2019 ini tercatat sudah 67.200 L air terdistribusi melayani sekitar 5.064 jiwa di 11 wilayah diantaranya kp kiaralayang Desa Citepus kec pelabuhanratu. Sukabumi, Kp Gandasoli desa cibolang Kec. Gunung guruh. Sukabumi, kp pasir goong. desa cibatu. kec. Cibatu garut, kp pasirjunti desa cibatu. kec sulawening Garut, Desa Sukasono kec. Sulawening. Garut, Kp. Babakan  desa warungjeruk. Kec Tegalwaru. Purwakarta, Kp Ciganea Desa mekargalih. Kec Jatiluhur Purwakarta, Kp Cibereum Kabupaten Purwakarta, Kp Kiara payung, Desa Cinta bodas. Kab sukabumi, Kp baduyut Desa Baros Kec Arjasari. Kab Bandung, Kp Cimuncang. Kel Utama. Kec Cimahi Selatan. Kota Cimahi.


 

Pendistribusian air bersih akan dilakukan secara berkala, menurut Renno (Kepala Cabang ACT Jabar), ini menjadi solusi jangka pendek di mana warga darurat membutuhkan air bersih. “distribusi air bersih ini adalah bentuk respon kita atasi bencana kekeringan, tentunya kita tidak tinggal diam dan mengajak semua pihak turut peduli ketika melihat ada masyarakat yang kesulitan air, sawahnya gagal panen atau terpaksa menjual hasil ternak hanya untuk membeli air untuk kebutuhan sehari hari. Oleh karenanya, kami juga berupaya memberikan solusi jangka panjang. Salah satunya melalui program Sumur Wakaf,” imbuh Renno. Pekan ini dan pekan depan kita akan lanjut distribusi air bersih di kabupaten Bandung dan kabupaten Bandung Barat dengan total 25 tangki air di 25 titik atau sejumlah 125.000 liter air.”tutup Renno.

Salah satu warga di kp kiaralayang Desa Citepus kec pelabuhanratu. Kabupaten Sukabumi. Ibu Imah warga yang berumur 46 tahun ini mengungkapkan terimakasih kepada ACT dan donaturnya sudah memberikan air untuk masak, buang air dan kebutuhan sehari-hari karena sudah 5 bulan susah air disini.”ungkap Imah.

Menurut rilis BMKG 19 Agustus 2019 mengatakan bahwa awal musim hujan mundur hingga November 2019 dan puncaknya diprediksi bulan Januari-Februari 2020. Berdasarkan kondisi itu, Renno pun mengajak masyarakat Indonesia khususnya wargi Jawa Barat untuk langsung beraksi dengan kondisi yang terjadi saat ini. “Kami mengajak semua wargi Jawa Barat untuk bahu-membahu mengirimkan bantuannya melalui aksi-aksi nyata untuk saudara-saudara kita di bit.ly/DermawanJabarAtasiKekeringan. Mari kita atasi kekeringan yang mematikan ini bersama–sama dengan menjadi Dermawan. Dermawan, mari atasi kekeringan,” ajak Renno.***

Bagikan: