Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.4 ° C

BPBD: Tiga Gempa dalam Sehari di Sukabumi tak Sebabkan Kerusakan

Endah Asih Lestari
GEMPA bumi/SHUTTERSTOCK
GEMPA bumi/SHUTTERSTOCK

SUKABUMI, (PR).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menyebutkan dalam sehari, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diguncang gempa sebanyak tiga kali, Senin, 19 Agustus 2019. Pusat gempa berada di kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali ini.

"Tiga kejadian gempa tersebut tidak menyebabkan kerusakan, namun kami masih melakukan penyisiran dan assesment khawatir ada rumah atau fasilitas sosial maupun umum yang rusak akibat gempa tersebut," ucap Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna kepada Antara di Sukabumi, Selasa, 20 Agustus 2019. 

Adapun tiga gempa yang berpusat di Sukabumi tersebut terjadi pada pukul 08.13 WIB bermagnitudo 3,0, terletak di koordinat 6.77 LS - 106.53 BT, berada di darat 24 km barat laut Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 8 km.

Kemudian, gempa bermagnitudo 2.5 terjadi sekitar pukul 22.52 WIB, berlokasi di 6.78 LS 106.51 BT. Pusat gempa berada di darat, 23 km Barat Laut Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 4 km.

Terakhir, gempa berkekuatan 3,4 terjadi 23.10 WIB berlokasi di 6.85 LS - 106.58 BT 30 km barat laut Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman epicentrum gempa 4 km. Menurutnya, tiga gempa yang berpusat di Kabupaten Sukabumi itu hanya sebagian kecil dirasakan oleh warga.

Sehingga, gempa itu tidak membuat kepanikan di tengah masyarakat. Akan tetapi, pihaknya mengimbau kepada warga untuk selalu waspada karena gempa bisa saja terjadi kembali apalagi kabupaten ini merupakan daerah rawan yang salah satunya berada di sesar bumi.

"Warga tidak perlu panik jika terjadi gempa dan jangan percaya dengan informasi hoaks yang belum tentu kebenarannya. Tapi harus selalu siaga dan mengikuti instruksi dari petugas keamanan jika terjadi gempa yang kekuatannya besar seperti gempa Banten lalu," tuturnya.

Daeng mengatakan petugas dan relawannya diinstruksikan selalu siaga 24 jam penuh, sehingga jika terjadi bencana bisa langsung ditanggulangi untuk meminimalisasi kerugian baik harta maupun nyawa.***

Bagikan: