Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 20.4 ° C

Warga 7 Dusun di Kuningan Dilanda Krisis Air Bersih

Nuryaman
ILUSTRASI.*/ANTARA
ILUSTRASI.*/ANTARA

KUNINGAN, (PR).- Akibat kemarau, warga tujuh dusun tersebar di empat desa, dua kecamatan di Kabupaten Kuningan, kini dilanda kekurangan air bersih. Terutama, untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus.

Sumur dan sumber-sumber air bersih terdekat di lingkungan permukiman warga sejumlah dusun tersebut, kini sudah surut bahkan kering kerontang.

Berdasarkan pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan, tujuh dusun yang kini sudah dilanda kesulitan air bersih itu terdiri atas Dusun Sukaasih di Desa Cihanjaro, Dusun Sukamenak dan Sukahurip di Desa Smpayjaya, serta Dusun Sukagalih 1 dan Sukagalih 2 di Desa Sukasari. Lima dusun di dua desa itu berada di wilayah Kecamatan Karangkancana.

Dua dusun lainnya, Dusun Calincing dan Dusun Puhun di Desa Cileuya, Kecamatan Cimahi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan Agus Mauludin didampingi Ayip Sutrisno, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistk BPBD Kuningan, menyatakan bahwa BPBD Kuningan dibantu beberapa pihak sejak tanggal 9 Agustus 2019, sudah mulai memberikan bantuan kedaruratan. Ini berupa pengiriman air bersih menggunakan mobil tangki ke dusun-dusun tersebut.

Namun, tutur Ayip, pengiriman bantuan itu sementara ini belum bisa dilakukan rutin setiap hari. Ada yang dua hari sekali, sampai tiga hari sekali, dengan volume air bersih per satu kali pengiriman hanya sekitar 5.000 liter.

AKIBAT kemarau, warga tujuh dusun tersebar di empat desa, dua kecamatan di Kabupaten Kuningan, kini dilanda kekurangan air bersih. Terutama, untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus.*/NURYAMAN/PR

Adapun total volume air bersih yang sudah terkirim ke tujuh dusun itu dalam sepuluh hari terakhir terdata BPBD Kuningan sudah mencapai 351.000 liter. Terbagi atas bantuan dari PDAM Kuningan 200.000 liter, BPBD Kuningan 95.000 liter, Polres Kuningan 16.000 liter, dan bantuan pengiriman air bersih dari Asia Muslim Charity Foundation Bandung sekitar 40.000 liter.

“Bantuan pengiriman air bersih rutin terjadwal dari BPBD dan PDAM Kuningan ke dusun-dusun itu, sudah berjalan sejak tanggal 9 Agustus 2019,” ujar Ayip, Senin, 19 Agustus 2019.

Dia menjelaskan, pengiriman bantuan air bersih dari PDAM dan BPBD Kuningan ke dusun-dusun tersebut dijadwalkan akan terus dilakukan hingga akhir musim kemarau ini. Selain itu, Ayip berharap sampai berakhirnya musim kemarau ini banyak lagi pihak-pihak lainnya yang turut memberikan bantuan pengiriman air bersih langsung ke dusun-dusun tersebut.

“Bagusnya sih, kalau ada pihak lain yang akan mengirimkan bantuan air bersih ke dusun-dusun dilanda kekurangan air bersih di Kuningan koordinasikan dulu kepada kami (BPBD Kuningan-red.) seperti halnya yang telah dilakukan Polres Kuningan dan AMCF Bandung,” katanya.***

Bagikan: