Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Polres Majalengka Berlakukan Periksa Kuku Setiap Senin

Tati Purnawati
KAPOLRES Majalengka Ajun KOmisaris Besar Polisi Mariyono disertai Wakapolres Kompol Hidayatullah memeriksa kuku sejumlah stafnya sebelum apel pagi di halaman Mapolres Majalengka, Senin 19 Agustus 2019.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON
KAPOLRES Majalengka Ajun KOmisaris Besar Polisi Mariyono disertai Wakapolres Kompol Hidayatullah memeriksa kuku sejumlah stafnya sebelum apel pagi di halaman Mapolres Majalengka, Senin 19 Agustus 2019.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

MAJALENGKA,(PR).- Guru SD zaman dulu selalu telaten dengan sikap dan penampilan setiap muridnya. Baik terhadap rambut gondrong bagi murid laki-laki, gigi hingga baju seragam dan kuku semua murid diperiksa satu persatu dengan teliti.

Ketika pagi sebelum masuk ke ruang kelas, semua murid berbaris di depan kelas dan baru satu persatu masuk ke dalam kelas. Saat itu di pintu masuk, guru telah berdiri sambil memegang penggaris untuk memeriksa kuku semua murid dengan cara menyodorkan 10 jari tangan.

Jika kuku terlihat hitam atau panjang maka guru akan memukul jari tangan dengan penggaris dan memintanya untuk segera memotong kuku panjang tersebut.

Esok harinya setelah baris dan masuk ke ruang kelas, semua murid harus menunjukan gigi kepada guru menandakan sudah menyikat gigi atau belum. Jika terlihat belum menyikat gigi saat mandi pagi atau berangkat sekolah maka guru meminta untuk menyikat gigi terlebih dulu sebelum belajar yang airnya disipkan di ember depan kelas. Demikian halnya saat rambut gondrong langsung digunting.

Itu pula yang saat ini dilakukan Kapolres Majalengka, Ajun Komisaris Besar Polisi Mariyono terhadap seluruh stafnya setiap apel Senin pagi di halaman Mapolres Majalengka. Sebelum apel dimulai Kapolres melihat setiap barisan memeriksa rambut, jenggot, kumis, pakaian, hingga kuku semua stafnya.

Ketika kapolres melintas, tangan semua staf menjulur  diperlihatkan kepadanya. Bagi yang kukunya terlihat panjang segera diminta untuk memotongnya terlebih dulu, demikian juga bagi mereka yang memelihara kumis.

Mereka yang memiliki kuku panjang atau rambut panjang langsung berbaris di tempat terpisah. Setelah itu mereka diminta untuk memotong kuku dengan gunting yang telah dipersiapkan sebelumnya. Tak merasa pegal atau apa pun dia terus menyaksikan staf memotong kukunya satu persatu.

“Saya berharap seluruh anggota Polres Majalengka menyadari akan pentingnya sikap tampang. Tadi saya cek anggota sudah bagus, untuk sikap tampang serta kebersihan dan kerapiannya. Namun masih ada beberapa anggota yang belum rapi di antaranya kuku masih panjang,” ujar Kapolres Mariyono yang tidak menyukai kuku panjang dan kumis yang tak rapi.

Menurutnya sifat dan karakter seseorang akan tercermin dari penampilannya sendiri termasuk cerminan kebersihan diri dan lingkungan.

Seharusnya menurut Kapolres menjaga penampilan diri bagi semua anggota tanpa harus di inggatkan, karena menjaga etika dan penampilan sudah ada dalam ketentuan yang tersurat bagi semua anggota.***

Bagikan: