Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.8 ° C

Para Mantan Gubernur Turut Hadiri Apel Besar HUT ke-74 Jawa Barat

Novianti Nurulliah

BANDUNG,(PR).- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke-74 nampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebelum Gubernur Jabar Ridwan Kamil memberikan sambutan, para mantan Gubernur Jabar memberikan petuah sesepuh. Dimulai dari Solihin GP, Danny Setiawan hingga M Iriawan.

Momentum itu terjadi dalam Apel Besar yang digelar di Lapangan Gasibu, Bandung, Senin 19 Agustus 2019. Para sesepuh meminta agar seluruh komponen mendukung upaya Jabar menjadi provinsi juara lahir batin.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang bertindak sebagai pembina upacara hadir bersama forum komunikasi pimpinan daerah Jabar, mantan Gubernur Solihin GP, Danny Setiawan, hingga M.Iriawan hadir bersama para perangkat kepala daerah dan ribuan ASN serta pejalar dan perwakilan organisasi kemasyarakatan. Mereka menggunakan baju adat Sunda seperti peringatan hari jadi Jabar sebelumnya, yaitu beskap lengkap dengan bendo dan kain batik, sedangkan untuk kaum hawa menggunakan kebaya. 

Pada sambutannya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menuturkan Jawa barat hari ini telah tumbuh pesat menjelma menjadi pusat industri, pusat pendidikan, pusat ekonomi kreatif, pusat inovasi dan pusat pariwisata. “Sehingga Jawa Barat dianugrahi provinsi paling mempesona dan destinasi wisata halal unggulan,” tuturnya.

Jawa barat hari ini merupakan provinsi terbesar penduduknya dengan 48,7 juta jiwa dan diprediksi pada tahun 2021 akan mencapai 50 juta jiwa. “Tantangan terbesar kami sebagai penyelenggara negara adalah memberikan pelayanan optimal terhadap warga Jawa Barat yang jumlahnya 1.5 kali penduduk Malaysia,” katanya.

Menurut dia, Jawa barat dengan identitas kesukuan Sunda, Melayu Betawi dan Cirebon memiliki beragam potensi untuk mendorong keadilan dan pembangunan ekonomi. Jawa barat, kata Gubernur, juga dianugrahi desa-desa dengan potensi alam luar biasa serta kota-kota yang memiliki potensi sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi.

“Pembangunan Jawa Barat membutuhkan pendekatan keseimbangan antara keadilan dan pertumbuhan ekonomi, pemahaman yang komprehensif antara desa dan kota, serta visi yang kuat tentang bagaimana melahirkan manusia Jawa Barat yang beriman, bahagia, dan berkualitas,” tuturnya.

Menurut dia, banyak berita baik, seperti ekonomi maju, investasi baik, dan hal-hal buruk berkurang. Kekompakan antar daerah dengan pusat kita teruskan dengan kolaborasi. 

"Kita sebagai provinsi penduduk terbesar juga punya tantangan, yang pelan-pelan kita selesaikan. Lima tahun dari sekarang semangat juara lahir batin bisa kita hadirkan. Kita fokus pembangunan intrastruktur dan pariwisata, dan fokus ekonomi di desa. Program desa lebih dari 9, hasilnya luar biasa. Kurang dari 12 bulan 500 desa berstatus berkembang naik status jadi desa maju. Ini contoh program kita efektif, berhasil memajukan desa-desa," ucap dia.***

Bagikan: