Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sedikit awan, 23.8 ° C

Hindari Potensi Serangan Penyakit di Musim Kemarau

Gelar Gandarasa
WARGA melintasi jembatan yang ada di wilayah Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Juli 2019. Di musim kemarau ini masyarakat diminta siaga terhadap serangan penyakit yang kerap muncul.*/GELAR GANDARASA/PR
WARGA melintasi jembatan yang ada di wilayah Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Juli 2019. Di musim kemarau ini masyarakat diminta siaga terhadap serangan penyakit yang kerap muncul.*/GELAR GANDARASA/PR

INDRAMAYU, (PR).- Warga di Kabupaten Indramayu diminta untuk tetap menjaga kesehatan di musim kemarau ini. Sebab sejumlah penyakit berpotensi mengintai masyarakat. Terlebih diprediksi suhu udara akan mencapai puncaknya pada September mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu Deden Boni Koswara mengatakan, ada sejumlah penyakit yang kerap muncul saat musim kemarau tiba. Penyakit tersebut antara lain diare, infeksi saluran pernafasan atas, kulit, dan typhus abdominalis. Meski penyakit-penyakit itu belum menonjol, masyarakat diminta untuk tetap berhati-hati.

Sebab kebersihan dan perilaku masyarakat merupakan faktor utama penyebabnya. “Untuk mengantisipasinya harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS),” kata Deden, Senin, 19 Agustus 2019. Dengan menerapkan kebiasaan itu diharapkan masyarakat bisa terhindar dari berbagai penyakit berbahaya.

Saat ini, permasalahan sanitasi memang masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Deden mengakui, dibutuhkan kerja sama dari semua lapisan masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Indramayu sehat. “Ayo sama-sama wujudkan lingkungan yang bersih dan sehat mulai dari sekarang,” ungkapnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu terus bersiaga mengatasi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Indramayu. Kepala Pelaksana BPBD Indramayu Edi Kusdiana mengatakan, hingga saat ini masih ada permintaan bantuan air dari masyarakat yang terkena dampak dari kekeringan.

Belum lama ini, BPBD sudah mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah Kecamatan Krangkeng. Wilayah itu, kata Edi memang kerap dilanda kekeringan setiap tahunnya. Selain Krangkeng sejumah tangki air juga dikirim ke wilayah terdampak kekeringan lainnya. Edi menegaskan, masyarakat bisa mengajukan bantuan air dengan menghubungi BPBD.

Laporan masyarakat itu nantinya akan disikapi secara cepat oleh BPBD. “Kami siapkan air bersih bagi masyarakat,” tuturnya.

Edi mengimbau kepada masyarakat untuk menghemat penggunaan air di musim kemarau ini. Sebab kemarau masih akan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan. “Selalu siap siaga. Jika menemukan adanya indikasi bencana bisa melapor segera ke BPBD,” katanya.  

Berdasarkan laporan dari Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jatiwangi, suhu udara maksimum saat ini terpantau hingga 35 derajat Celsius di Kabupaten Indramayu. Forecaster BMKG Jatiwangi Ahmad Faa Izyn menuturkan, puncak suhu akan mencapai maksimum pada akhir September mendatang. “Bisa mencapai 37-38 derajat Celsius,” kata dia.

Pada kondisi tersebut, masyarakat perlu mewaspadai adanya angin kencang. Suhu udara diprediksi akan mencapai maksimum pada siang hari dan minimum pada pagi harinya. “Tidak membuang puntung rokok sembarangan karena berpotensi menyebabkan kebakaran,” tuturnya.***

Bagikan: