Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Umumnya berawan, 24.4 ° C

Pembebasan Lahan Belum Rampung, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Mulai Dibangun

Hilmi Abdul Halim
PEMBANGUNAN Jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated Toll) di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Rabu 13 Februari 2019.*/ANTARA
PEMBANGUNAN Jalan Tol layang Jakarta-Cikampek II (Elevated Toll) di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Rabu 13 Februari 2019.*/ANTARA

PURWAKARTA, (PR).- Jasa Marga mulai membangun Jalan Tol Jakarta-Cikampek 2 Selatan dari wilayah Sadang Kabupaten Purwakarta. Meskipun, proses pembebasan lahan yang akan dilalui proyek tersebut belum selesai 100 persen.

"Baru dimulai, progress-nya masih di bawah lima persen," kata Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani saat ditemui pada acara peringatan hari kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia di kawasan Waduk Jatiluhur Kabupaten Purwakarta, Minggu, 18 Agustus 2019. 

Pembangunannya dilakukan dari wilayah selatan karena proses pembebasan lahan di wilayah tersebut telah selesai. Sedangkan, lahan yang berada di wilayah Jatiasih, Kota Bekasi, diakui belum selesai dibebaskan sepenuhnya sampai sekarang.

Akan tetapi, Desi memastikan tahapan tersebut bisa diselesaikan dengan baik. "Kendala dalam pembangunan jalan tol praktis dalam pembebasan tanah. Tapi, sejak undang-undang baru tahun 2012, itu sudah bukan persoalan," katanya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur oleh pemerintah saat ini lebih mendapat kepastian karena proses pembebasan lahan yang lebih mudah. Pemerintah juga membeli lahan tersebut sesuai harga pasar agar masyarakat tidak dirugikan.

"Kalau ada (masalah) apa-apa, ke pengadilan, selesai," ujar Desi menambahkan. Meskipun demikian, pembangunan jalan tol baru tetap memakan waktu yang  lebih lama.

Sudah 94 persen

Pemerintah akhirnya terpaksa membangun jalan layang karena tidak memerlukan tahap pembebasan lahan baru. Pembangunan jalan layang sepanjang 38 kilometer di atas jalan tol Jakarta-Cikampek itu saat ini mencapai 94 persen.

Desi menyebutkan sebanyak lebih dari 2.600 box girder telah dibangun untuk menopang jalan layang terpanjang di Indonesia itu. "Yang tersisa mungkin hanya sekitar lima unit yang akan dibangun di Cikunir saja," kata Desi.

Pembangunan tersebut seharusnya selesai pada akhir September 2019. Tetapi, Jasa Marga kesulitan memindahkan satu menara sutet dari lokasi karena akan membahayakan pengguna jalan. Karena itu, penyelesaiannya diperkirakan mundur 2 hingga 3 pekan.

Keberadaan Jalan Tol Jakarta-Cikampek 2 Selatan diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan tol yang ada sebelumnya. Menurut Desi, jalan tol Jakarta-Cikampek saat ini menjadi jalan tol terpadat di Indonesia.

Kapasitas jalan tol tersebut diakui sudah tidak bisa menampung jumlah kendaraan yang melintas. Sehingga, jalan tol Jakarta-Cikampek kerap mengalami kemacetan terlebih saat musim arus mudik dan balik.

Pengamat pembangunan Yayat Supriatna mengakui arus balik menuju Jakarta lebih banyak melalui Jalan Tol Jakarta-Cikampek. "Betul sekali (kalau kapasitas jalan tol Jakarta-Cikampek ditambah), tahun depan mungkin akan lebih lancar," katanya.***

Bagikan: