Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Masjid Terapung di Waduk Jatiluhur Ditargetkan Rampung Awal 2020

Hilmi Abdul Halim
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil saat mengunjungi lokasi pembangunan masjid terapung di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Pembangunan mesjid tersebut ditargetkan selesai pada awal 2020.*/HILMI ABDUL HALIM/PR
GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil saat mengunjungi lokasi pembangunan masjid terapung di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Pembangunan mesjid tersebut ditargetkan selesai pada awal 2020.*/HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Pembangunan masjid terapung akan mengawali program penataan sektor pariwisata di Waduk Jatiluhur Kabupaten Purwakarta. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menargetkan pembangunan masjid tersebut selesai pada awal 2020.

"Yang istimewa dalam enam bulan ke depan kita akan membuat masjid terapung. Sehingga, orang ada pilihan mau sembahyang di darat atau ke air pakai perahu," kata gubernur yang akrab disapa Emil itu, Minggu, 18 Agustus 2019 sore. Pada kesempatan itu, ia mengunjungi lokasi-lokasi yang akan dibangun.

Lokasi pembangunan masjid diarahkan di dekat daratan yang menjadi tempat parkir kendaraan. Kepada pengelola bendungan dari Jasa Tirta II, Emil juga meminta masjid terapung itu ditempatkan di sisi bendungan dengan pemandangan matahari terbenam.

Pembangunan selanjutnya adalah hotel terapung dan pusat pengunjung (visitor center). Khusus untuk hotel, Emil akan menawarkannya kepada pihak investor dengan nilai investasi sekitar 10-20 miliar rupiah per hotel. Adapun visitor center ditaksir membutuhkan anggaran sebesar 25-30 miliar rupiah.

"Di kawasan Pamundingan ini kita tawarkan investasi hotel, tapi hotelnya supaya khas Jatiluhur tidak berada di darat adanya di air pakai pelampung ponton," katanya. Emil memastikan konsep tersebut tidak bermasalah meskipun debit air di bendungan naik-turun setiap enam bulan sekali.

Pembangunan hotel dan visitor center direncanakan mulai awal tahun depan. Program penataan kawasan pariwisata di Waduk Jatiluhur itu diupayakan selesai hingga akhir 2020 dan mulai dimanfaatkan pada awal 2021 mendatang.

Selain sarana rekreasi olahraga paddleboard, Jasa Tirta II juga berencana menyediakan jalur khusus untuk olahraga jalan santai atau lari. Rencana itu muncul setelah pihak perusahaan bersama Jasa Marga, Bio Farma dan Len Industri menggelar acara jalan santai bertajuk "Bahagia Bersama BUMN" di sekitar bendungan.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 5.000 peserta dari karyawan hingga warga di wilayah Kecamatan Jatiluhur dan sekitarnya. "Melihat antusiasme masyarakat, ke depan kita akan kembangkan track jalan kaki bersama pemerintah provinsi dan kabupaten," kata Direktur Utama Jasa Tirta II, Saefudin Noer.

Keindahan alam di sekitar waduk tersebut dikagumi oleh Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani. Menurutnya, kawasan tersebut sudah banyak berubah terutama pada aspek pariwisatanya. Ia pun mengapresiasi upaya penataan yang tengah dilakukan Jasa Tirta II saat ini.

Mengenai acara kolaborasi empat BUMN kali ini disebut sebagai program kemasyarakatan memperingati Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia. "Selain jalan kaki sehat, ada bedah rumah, pengobatan gratis, pasar murah dan sebagainya," kata Desi seusai acara tersebut. ***

Bagikan: