Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Cerah berawan, 31.2 ° C

Lubang Besar di Jembatan Desa Karangsembung, Tasikmalaya Ancam Keselamatan Warga

Bambang Arifianto
PENGENDARA melintasi lubang jembatan di Desa Karangsembung, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu, 18 Agustus 2019. Jembatan rusak tersebut mengancam keselamatan pengendara yang melintas.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR
PENGENDARA melintasi lubang jembatan di Desa Karangsembung, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu, 18 Agustus 2019. Jembatan rusak tersebut mengancam keselamatan pengendara yang melintas.*/BAMBANG ARIFIANTO/PR

SINGAPARNA, (PR).- Sebuah‎ jembatan di Desa Karangsembung, Kecamatan Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya dalam kondisi rusak parah. Badan jembatan tersebut berlubang besar dan mengancam keselamatan pengendara yang melintas. 

Pantauan "PR" Minggu, 18 Agustus 2019, lokasi jembatan berada di dekat akses Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga). Jembatan itu merupakan bagian dari ruas jalan yang menghubungkan Kampung Cibuntu dan Cihambirung di Karangsembung. Lubang besar jembatan membuat warga yang melintas mesti ekstra hati-hati. Pasalnya, lubang itu hanya menyisakan bagian tepi yang masih bisa dilintasi. Warga sebenarnya telah memasang penghalang dari bambu-bambu agar pengendara tak melintas. Namun, sejumlah sepeda motor tetap melewatinya. Sedangkan mobil sama sekali tak bisa melintas karena besarnya diameter lubang tersebut.

Udin (40), warga Cihambirung mengungkapkan, kerusakan jembatan berlapis aspal itu telah terjadi sekira lima bulan lalu. Awalnya, kerusakan jembatan cuma berupa lubang kecil. "Makin lama makin besar," kata Udin di lokasi jembatan tersebut.

Rupanya, pondasi serta gorong-gorong jembatan telah roboh karena dugaan tergerus aliran sungai yang mengalir di bawahnya. Saat itu, musim hujan memang tengah melanda Karangsembung. Luapan air sungai bahkan menggenangi sawah yang berada di sekitar jembatan. Pondasi yang tergerus itu membuat badan jembatan bagian atas ambles dan menyisakan  lubang menganga dengan ukuran lebar sekira 3 meter dan panjang meter. Sedangkan lebar jembatan diperkirakan hanya 5 meter sehingga lebar jalan tersisa yang bisa dilalui para pelintas hanya 1 meter. 

Selain tergerus luapan sungai, Udin menilai, jembatan tersebut juga tak diberi kerangka besi sehingga rapuh. Kini, kekhawatiran mesti dirasakan warga yang menyeberanginya. Kasus pengendara motor yang terperosok ke dalam lubang pernah terjadi pekan lalu.

Udin mengatakan, kejadian itu terjadi pada pukul 03.00 WIB dini hari. Seorang pengendara yang melintas jembatan diduga tak mengetahui keberadaan lubang. Ia diperkirakan mengerem laju kendaraannya secara mendadak. Meskipun pengendara tersebut selamat, motornya tetap terperosok dan masuk lubang.

Ia juga menunjukkan bekas-bekas terperosoknya kendaraan itu di sekitar lubang. Tampak potongan sepatbor atau bagian depan motor yang tergeletak di dasar lubang. Motor itu akhirnya bisa diangkat menggunakan tali. "Inginnya warga, (jembatan) segera diperbaiki," ujarnya.

Pelaporan telah dilakukan aparat desa terkait kondisi jembatan kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Udin menyebut status jembatan dan jalan itu merupakan milik Pemkab Tasikmalaya melalui dinas pekerjaan umum dan penataan ruang. Desa, lanjutnya, tak bisa menggunakan dananya guna memperbaiki jembatan karena persoalan statusnya tersebut. Pengontrolan pun telah dilakukan aparat pemerintah yang melihat langsung keadaan jembatan. Namun, perbaikan tak kunjung dilakukan. "Cuma melihat-lihat, habis itu pulang lagi," kata Udin.

Ia menambahkan, jembatan tersebut memang terbilang akses yang hidup. Warga Cihambirung yang akan menuju Kota Tasikmalaya atau Rajapolah kerap melintasinya. Demikian pula dengan sejumlah pelajar yang menggunakan sepeda motor. Di Cihambirung, terdapat dua sekolah, yakni SD Negeri 1 Argasari dan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Assa'adah. Kendati telah berlubang, beberapa pelajar masih melewatinya menggunakan motor. 

Keinginan jembatan segera diperbaiki juga muncul dari Edo (40), warga lainnya. Edo mengaku risau karena para pelajar banyak yang melintasi jembatann rusak itu. Hal buruk bisa saja menimpa siswa-siswa tersebut. Apalagi, keberadaan akses lain menuju Cisinga tak terlalu besar. "Ada (jalan lain) tapi kecil setengahnya dari jalan ini," ujarnya.

Kerusakan jembatan Karangsambung menambah panjang deretan kerusakan titian penghubung di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Dalam catatan "PR" kerusakan dialami beberapa jembatan seperti Cimampan di Cisinga yang ambles, Gobang (perbatasan Kota dan Kabupaten Tasikmalaya) serta Cipangarangan yang lantainya telah rusak dan lapuk.***

Bagikan: