Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Krisis Air Bersih Meluas ke Karawang Utara

Dodo Rihanto
SEORANG warga mengambil air dari sumur buatan di Desa Parungmulya, Ciampel, Karawang, Jawa Barat, Selasa, 2 Juli 2019. Akibat musim kemarau sebagian warga di wilayah itu terpaksa membuat sumur buatan untuk melakukan aktivitas Mandi Cuci Kakus (MCK) karena sumber air di rumah mereka mengalami kekeringan.*/ANTARA
SEORANG warga mengambil air dari sumur buatan di Desa Parungmulya, Ciampel, Karawang, Jawa Barat, Selasa, 2 Juli 2019. Akibat musim kemarau sebagian warga di wilayah itu terpaksa membuat sumur buatan untuk melakukan aktivitas Mandi Cuci Kakus (MCK) karena sumber air di rumah mereka mengalami kekeringan.*/ANTARA

KARAWANG, (PR).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang menyatakan, ancaman kekeringan semakin meluas. Tak hanya Karawang bagian selatan yang merasakan dampak kemarau panjang, hal serupa mulai melanda sejumlah wilayah Karawang bagian utara. 

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karawang, Ruchimat, Minggu, 18 Agustus 2019. "Saat ini warga yang mengalami kekuranagn air bersih mencapai 8.570 jiwa. Sementara itu luas lahan yang terkena dampak kemarau mencapai 422 hektare," katanya.

Dijelaskan juga, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau di Karawang baru akan berakhir November 2019. Dengan demikian, pihak BPBD harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan semakin meluaskan bencana kekeringan tersebut.

Disebutkan, warga di Karawang selatan seperti di Kecamatan Tegalwaru, Pangkalan, dan Ciampel, sudah mengalami krisis air bersih sejak tiga bulan terakhir ini. Kondisi tersebut kini merembet ke Karawang bagian utara seperti di Kecamatan Tempuran, Tirtajaya, dan Cilebar.

"Di Kecamatan Tempuran ada sekira 1.000 jiwa yang terdampak kekeringan dan sudah kami kirim bantuan air bersih. Sementara di Kecamatan Tirtajaya dan Cilebar ada 422 hektare sawah mengalami kekurangan air," kata dia.

Ruchimat mengatakan, selama bencana kekeringan tahun ini, pihaknya sudah mengirim air bersih sebanyak 31 tanki masing-masih tangki berisi 5.000 liter air. "Kami kirim air bersih setiap hari ke Kecamatan Telukjambe Barat, Ciampel, Tegalwaru dan Pangkalan. Kemudian ke Karawang bagian utara Kecmatan Tempuran, Tirjata, dan Cilebar," tuturnya.***

Bagikan: