Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 24.4 ° C

568 Warga Binaan Lapas Cianjur Mendapat Remisi, 10 Langsung Bebas

Shofira Hanan
PLT Bupati Cianjur Herman Suherman memberikan surat keputusan remisi secara simbolis kepada sepuluh warga binaan, di Lapas Klas II B, Sabtu, 17 Agustus 2019. Sebanyak 568 orang warga binaan mendapatkan remisi umum HUT RI yang ke-74, dengan sepuluh orang diantaranya langsung bebas.*/SHOFIRA HANAN/PR
PLT Bupati Cianjur Herman Suherman memberikan surat keputusan remisi secara simbolis kepada sepuluh warga binaan, di Lapas Klas II B, Sabtu, 17 Agustus 2019. Sebanyak 568 orang warga binaan mendapatkan remisi umum HUT RI yang ke-74, dengan sepuluh orang diantaranya langsung bebas.*/SHOFIRA HANAN/PR

CIANJUR, (PR).- Sebanyak 568 warga binaan Lapas Kelas II B Cianjur mendapatkan remisi umum HUT ke-74 Republik Indonesia. Sepuluh orang diantaranya bebas langsung.

“Sesuai dengan aturan, semua warga binaan yang sudah memenuhi syarat diusulkan untuk dapat remisi. Dari 568 itu, masih ada 100 orang yang menunggu surat keputusannya,” kata Kepala Lapas Kelas II B Cianjur, Gumilar Budirahayu, Sabtu, 17 Agustus 2019. 

Ia menjelaskan, penerima remisi umum (RU) terdiri dari RU 1 bulan sebanyak 44 orang, RU 2 bulan sebanyak 131 orang, RU 3 bulan sebanyak 168 orang, RU 4 bulan sebanyak 162 orang, RU 5 bulan sebanyak 45 orang, RU 6 bulan sebanyak 10 orang, dan RU II sebanyak 10 orang. Menurut dia, dari jumlah yang diusulkan, hampir 80 persen warga binaan disetujui mendapatkan remisi.

Lebih lanjut dikatakan, adanya remisi menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga binaan yang menunjukan perubahan perilaku menuju ke arah lebih baik. Gumilar menilai, remisi akan menjadi kebanggan bagi warga binaan karena mereka merasa diakui oleh negara.

"Pemerintah hadir dan remisi bukan hanya menjadi momen seremonial saja. Tapi juga menjadi hal sakral, karena (remisi) menentukan perubahan perilaku warga binaan selama proses pembinaan di lapas," ucapnya.

Tak hanya itu, remisi pun akhirnya menjadi upaya untuk mengurangi kapasitas warga binaan di setiap lapas. Apalagi, lapas seringkali kelebihan kapasitas. Di Cianjur sendiri, tercatat ada 690 warga binaan yang berada di dalam lapas dan termasuk overload.

Jadi remisi sangat berpengaruh secara signifikan, untuk mengurangi kapasitas lapas,” ujar dia.

Apalagi, saat ini pun percepatan proses penerimaan remisi sudah menggunakan sistem online. Semua hal dipermudah selama syarat-syaratnya dipenuhi.

Bersamaan dengan pemberian remisi yang dihadiri Plt Bupati dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, turut diresmikan Saung Pemasyarakatan di lapas. Saung berkonsep self service itu, nantinya digunakan untuk mempermudah warga binaan mencari informasi terkait lama hukuman, penerimaan remisi, dan waktu mereka bebas.

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, warga binaan yang mendapat remisi hingga bebas langsung diharapkan dapat terus mengembangkan diri. Terutama untuk terus berkembang meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Warga binaan ini sebenarnya potensial, tapi seringkali menjadi sumber daya manusia yang terabaikan. Padahal, kelebihan kapasitas lapas mengindikasikan kalau banyak orang berpotensi di sini,” ujar Herman.

Ia menilai, warga binaan harus terus ditempa dan dibekali keterampilan. Salah satunya melalui industri kreatif, agar para warga binaan semakin terampil dan bisa bersaing di dunia luar.

Herman mengharapkan, mereka juga bisa menggerakkan sektor industri kecil atau perekonomian lainnya. “Semoga ke depannya, bisa terus menjadi orang yang taat hukum dan berguna bagi masyarakat,” kata dia.***

Bagikan: