Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Umumnya berawan, 26.1 ° C

Upacara HUT RI di Terowongan

Nurhandoko
KARYAWAN serta pekerja pembangunan proyek Bendungan Leuwikeris paket 2 menggelar Upacara bendera memeringati Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, di ujung pintu keluar (outlet) terowongan pengelak Bendungan Leuwikeris, di wilayah Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Sabtu, 17 Agustus 2019. Ujung terowongan  tersebut berada sekitar 84 meter di dari sepanjang di bawah tanah. Dua terowongan pengelak masing-masing sepanjang 1.074 meter dan 1.047 meter dikerjakan oleh Waskita Adhi KSO.*/ NURHANDOKO/PR
KARYAWAN serta pekerja pembangunan proyek Bendungan Leuwikeris paket 2 menggelar Upacara bendera memeringati Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, di ujung pintu keluar (outlet) terowongan pengelak Bendungan Leuwikeris, di wilayah Ciharalang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Sabtu, 17 Agustus 2019. Ujung terowongan tersebut berada sekitar 84 meter di dari sepanjang di bawah tanah. Dua terowongan pengelak masing-masing sepanjang 1.074 meter dan 1.047 meter dikerjakan oleh Waskita Adhi KSO.*/ NURHANDOKO/PR

CIAMIS,(PR).- Puluhan karyawan serta pekerja pembangunan proyek Bendungan Leuwikeris paket 2 menggelar upacara memeringati Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di ujung gerbang keluar (outlet) terowongan pengelak Bendungan Leuwikeris, Sabtu 17 Agustus 2019. Terowongan tersebut berada sekitar 84 meter di bawah permukaan tanah.

Pantauan “PR” di lokasi,  upacara mengenang detik-detik proklamasi berlangsung sederhana.  Suasana yang hening ditambah cuaca cerah serta embusan angin yang tidak begitu kencang menambah suasana semakin  khidmat.

Tata upacara bendera berlangsung layaknya upacara pada umumnya. Peserta juga mengenakan pakaian atau baju dinas yang biasa dikenakan saat bekerja. Tidak hanya sepatu boot yang sebagian belepotan lumpur,  juga dilengkapi dengan helm pengaman.

Lokasi yang dipakai untuk upacara berada di ujung  lubang keluar atau outlet pengelak terowongan  sesi 2 sepanjang 1.047 meter, tidak jauh dari ujung terowongan serupa sesi  1 sepanjang 1.074 meter. Terowongan kembar tersebut merupakan terowongan pengelak yang terpanjang di Indonesia.

Bertindak selaku inspektur upacara adalah Kepala Proyek PT Waskita Adhi KSO pembangunan Bendungan Leuwikeris paket 2, Poerwanto. Komandan upacara adalah Enjun. Tiga pekerja juga bertugas mengibarkan bendera merah putih diiringi nyanyian lagu Indonesia Raya bersama. Tidak ketinggalan pembacaan teks Pancasila,  Proklamasi, serta Pembukaan UUD 1945. Menyanyikan beberapa lagu nasional serta ditutup dengan doa.

“Suasananya sangat kami dapatkan di sini. Kami mengambil momentum melaksanakan Upacara 17 Agustus 2019 outlet terowongan pengelak ini, banyak hal yang tidak mampu diungkapkan dengan kata-kata. Kami berharap agar jejak kaki kita, langkah kita, berkarya untuk kemanfaatan masyarakat. Berkarya untuk negeri,” kata Kepala Proyek PT Waskita Adhi KSO Poerwanto usai memimpin upacara.

 “Kami menjadi saksi sejarah pembangunan bendungan ini. Mungkin lima tahun lagi kami tidak ada di sini. Hal ini merupakan kesuksesan bangsa Indonesia,” tuturnya.

Dia mengungkapkan hingga saat ini terowongan pengelak Bendungan Leuwikeris  merupakan yang terpanjang di Indonesia, Untuk mengelakkan air Sungai Citanduy, dibuat dua terowongan. Sesi 1 terowongan sepanjang 1.074 meter sudah tuntas dikerjakan, sedangkan untuk sesi 2 sepanjang 1.47 meter, masih dalam pengerjaan.

Diameter terowongan pengelak sepanjang 6,25 meter, tinggi 7,25 meter  dengan model tapal kuda atau melengkung. Diperkirakan pada bulan November atau Desember 2020 kedua terowongan sudah difungsikan untuk mengalirkan air Sungai Citanduy. Langkah berikutnya adalah dimulainya pembangunan badan utama bendungan.

“Apabila pengerjaan bendungan utama tuntas dikerjakan, salah satu terowongan pengelak ditutup. Sedangkan terowongan lainnya dimanfaatkan untuk kepentingan pembangkit listrik mikrohidro,” katanya. ***

 

Bagikan: