Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Sedikit awan, 23.5 ° C

Peringatan HUT RI,  Parade Busana Sampah Plastik Hingga Pengibaran Bendera Raksasa

Hilmi Abdul Halim
PARADE busana hias berbahan sampah plastik karya siswa-siswi SMP dan sederajat se-Purwakarta digelar dalam rangka memperingati HUT  ke-74 Kemerdekaan RI, di Kabupaten Purwakarta, Sabtu 17 Agustus 2019.*/ HILMI ABDUL HALIM/PR
PARADE busana hias berbahan sampah plastik karya siswa-siswi SMP dan sederajat se-Purwakarta digelar dalam rangka memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI, di Kabupaten Purwakarta, Sabtu 17 Agustus 2019.*/ HILMI ABDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Berbagai kreativitas masyarakat di Kabupaten Purwakarta memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia. Mulai dari parade busana berbahan sampah plastik hingga pengibaran bendera sepanjang 100 meter dalam konvoi, dan bendera raksasa di jembatan kereta api Cisomang.

Pesta peringatan tingkat Kabupaten dipusatkan di Kecamatan Purwakarta, Sabtu 17 Agustus 2019 siang. Di antara peserta arak-arakan kendaraan hias, terdapat parade busana hias berbahan sampah plastik karya siswa-siswi SMP dan sederajat se-Purwakarta.

Salah satunya diikuti SMP Negeri 1 Babakancikao. "Konsepnya ini kostum ratu penyelamat bumi, dari sampah plastik. Kami buat dari bahan sampah platik tutup botol, minuman gelas, kopi sachet, kresek, sedotan dan sebagainya," kata guru pembimbing sekolah tersebut, Ida dan Euis.

Sampah plastik tersebut dikumpulkan oleh para siswa dan dirangkai menjadi kostum putri kerajaan yang unik. Bagian yang paling menarik perhatian adalah rok yang dibuat dari gelas bekas minuman dibentuk menyerupai bunga-bunga.

Kostum lainnya yang tak kalah menarik ialah karya siswa SMP Negeri 3 Purwakarta. Kostum bertema burung itu memiliki sayap yang cukup lebar terbuat dari sedotan plastik dan sampah kemasan kopi serbuk. Bahan yang sama juga dibentuk menjadi mahkota yang indah.

Kreasi busana tersebut mendapatkan penghargaan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. "Sehari sebelumnya dilakukan penilaian dan pemenangnya adalah SMPN 3 Purwakarta," kata Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran Seni Budaya SMP tingkat Purwakarta Andi Iswandi.

Posisi kedua diraih SMPN 2 Babakancikao dan ketiga SMPN 2 Purwakarta. Sedangkan, jumlah peserta kostum hias perdana di Purwakarta itu diikuti 51 sekolah. "Ke depannya akan digelar secara rutin setiap 17 Agustus," kata Andi menambahkan.

Bendera raksasa

Konvoi kemerdekaan Indonesia tahun ini juga diisi pembentangan bendera merah-putih raksasa. Bendera sepanjang 100 meter dengan lebar sekitar tiga meter itu dibentangkan oleh 100 siswa kelompok pecinta alam dari SMA-SMK se-Purwakarta.

"Kalau dalam konvoi seperti ini baru tahun sekarang. Tapi sebetulnya pada  2016 dan 2017 pernah dibentangkan di Ujung Aspal (Kecamatan Kiarapedes) dan Situ Wanayasa," kata koordinator aksi Deni Setiawan dari Sispala Kompas SMKN 3 Sukatani.

Pembentangan bendera raksasa memiliki filosofi kejayaan yang dibangun oleh persatuan. Sebab, bendera raksasa tersebut memerlukan banyak orang untuk membentangkannya.

Di tempat lain, kelompok pecinta alam dari Cimahi juga membentangkan bendera merah putih raksasa berukuran 20x13 meter. Aksinya dilakukan di Jembatan Kereta Api Cisomang yang sudah tidak digunakan di wilayah Desa Depok Kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakarta.

Bendera tersebut bisa dilihat dari Jembatan Cisomang yang baru di sebelahnya. Termasuk, dari kereta api yang melintas di jembatan tersebut. "Ini pengalaman pertama kami mengibarkan bendera di jembatan kereta api. Biasanya di tebing atau pegunungan," kata anggota Pecinta Alam Jaya Buana IMT Cimahi, Capung. ***

Bagikan: