Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Hujan singkat, 31.2 ° C

Jumlah Tersangka Insiden Pembakaran Polisi Saat Aksi Massa di Cianjur Bertambah

Shofira Hanan
MASSA OKP Cipayung Plus bersitegang dengan aparat kepolisian yang bertugas mengamankan aksi massa di Pendopo Cianjur, Kamis 15 Agustus 2019. Aksi massa tersebut berakhir ricuh.*/SHOFIRA HANAN/PR
MASSA OKP Cipayung Plus bersitegang dengan aparat kepolisian yang bertugas mengamankan aksi massa di Pendopo Cianjur, Kamis 15 Agustus 2019. Aksi massa tersebut berakhir ricuh.*/SHOFIRA HANAN/PR

CIANJUR, (PR).- Jumlah orang peserta aksi mahasiswa yang diamankan Polres Cianjur terus bertambah. Hingga saat ini, sudah ada 31 peserta aksi yang diamankan terkait kericuhan pada unjuk rasa, Kamis 15 Agustus 2019  di sekitar Pendopo Cianjur.

Kapolres Cianjur AKBP Soliyah mengatakan, sejauh ini jajarannya masih melakukan pendalaman dan gelar perkara terkait aksi yang berakhir ricuh itu.

“Termasuk penetapan tersangka, masih menunggu gelar perkara supaya kami juga menetapkan status (tersangka) dengan benar,” ujar Soliyah di Mapolres Cianjur, Jumat 16 Agustus 2019.

Soliyah melanjutkan, kepolisian juga masih perlu menyelidiki video detik-detik sebelum aksi pembakaran terjadi. Dalam video itu terlihat peserta aksi melemparkan bungkus plastik berisi bensin ke arah api. Ia mengatakan, perlu mendalami lebih lanjut karena terduga pelaku terekam dalam video.

Menurut dia, gelar perkara akan dilakukan secepatnya. Ia meminta seluruh pihak bersabar agar kepolisian mampu menetapkan pelaku dengan tepat.

Naik pangkat

“Saya juga memohon doa agar empat polisi yang terluka saat bertugas segera pulih dan dapat kembali bekerja, dengan pangkat yang baru,” ujar dia.K

Keempat polisi tersebut mendapat kenaikan pangkat dari Kapolri. Dengan demikian, Aiptu Erwin Yudha naik pangkat menjadi Ipda, dan tiga lainnya yakni Bripda Yudi Muslim, Bripda Aris Simbolon, serta Bripda M Hanif menjadi Briptu.

Sementara itu, kondisi empat anggota polisi yang terluka dikabarkan sudah stabil. Ipda Erwin dijadwalkan menjalani operasi pembuatan saluran pernafasan buatan dalam waktu dekat.

Organisasi mahasiswa bersuara

Sejumlah pihak terus mendorong agar kepolisian segera mengusut kericuhan itu. Beberapa organisasi siap memberikan pendampingan hukum kepada anggota mereka yang diamankan kepolisian.

Ketua Majelis Daerah Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI) Cianjur Firman Mulyadi mengatakan, mereka akan memberikan pendampingan hukum dan pembinaan terhadap 3 anggota HMI yang diamankan kepolisian.

“Kami yakin tiga kader yang diamankan tidak terlibat langsung dengan penyiraman bahan bakar saat aksi berlangsung,” kata dia, Jumat 16 Agustus 2019.

Atas hal itu, dia mengharapkan kepolisian segera mengusut oknum atau provokator yang menyiramkan bensin dalam peristiwa itu. Firman meminta prosesnya dilakukan secara objektif, prosedural, dan profesional dengan menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah.

Ia meminta kepolisian memberikan pembinaan maupun teguran kepada oknum aparat yang melakukan tindak kekerasan kepada peserta aksi.

"Kami memohon kepada seluruh pihak agar menahan diri untuk tidak mengeluarkan pernyataan yang berpotensi memanaskan suasana sambil bersabar menunggu hasil yang disampaikan aparat penegak hukum," ucap Firman.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Jawa Barat, Wahyu Khanoris mengecam aksi yang berbuntut anarkis tersebut. Ia meminta kepolisian segera menuntaskan kasus itu dan melepas mahasiswa yang tidak bersalah.

Ia mengatakan, ada 9 kader GMNI yang ditangkap dan sampai saat ini masih ditahan di Mapolres Cianjur. Empat di antaranya ditangkap di lokasi kejadian dan 5 orang lainnya ditangkap di rumah masing-masing.***

Bagikan: