Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 28.8 ° C

Seluas 78.415 Hektare di Pangandaran Berpotensi Kebakaran Hutan dan Lahan

Agus Kusnadi
PETUGAS Pemadam Kebakaran BPBD Pangandaran tengah berusaha memadamkan gundukan limbah di salah satu pabrik sabut kelapa beberapa waktu lalu yang juga memiliki potensi bahaya kebakaran, apalagi di musim kemarau saat ini.*/AGUS KUSNADI/KP
PETUGAS Pemadam Kebakaran BPBD Pangandaran tengah berusaha memadamkan gundukan limbah di salah satu pabrik sabut kelapa beberapa waktu lalu yang juga memiliki potensi bahaya kebakaran, apalagi di musim kemarau saat ini.*/AGUS KUSNADI/KP

PARIGI,(PR).- Musim kemarau khususnya di wilayah Kabupaten Pangandaran terus berlangsung, bahkan kekeringan semakin bertambah. Maka untuk mengantisipasi bahaya kebakaran hutan maupun lahan dan kesulitan air bersih, Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran yang dipimpin langsung oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan Wakil Bupati Adang Hadari serta Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso dan Komandan Kodim 0613 Ciamis Lekol Arm. Tri Arto Subagio menggelar rapat koordinasi di aula Sekretariat Daerah Kab Pangandaran di Parigi. 

Usai rapat, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, bahwa pemerintah daerah sedang menangani terkait kekeringan dampak dari musim kemarau. Dimana kekeringan juga kata Jeje berdampak akan menimbulkan potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan. 

"Jadi saya mohon semua menjaga lingkungannya masing-masing, yang dekat dengan hutan jangan buang puntung rokok sembarangan, jangan meninggalkan sisa-sisa pembakaran yang belum padam," ujar Jeje, Kamis, 15 Agustus 2019.

Tentunya kata Jeje, tahun lalu pemerintah daerah telah melewati musim kemarau dengan baik, dan diharapkan musim kemarau tahun ini juga bisa melewati dengan baik pula. "Pemerintah daerah tentunya akan menangani hal-hal yang mendasar dampak dari musim kemarau ini," ujarnya. 

Melalui rakor yang melibatkan Kapolres, Dandim 0613 Ciamis serta para Muspika, terkait potensi bahaya kebakaran dan kekeringan ini para Muspika untuk menyampaikannya kepada pemerintah desa dan masyarakat. Kepala Pelaksana BPBD Kab Pangandaran Nana Ruhena mengatakan, berdasarkan rekapitulasi di lapangan terlihat besaran luas bahaya suatu kecamatan yang dipengaruhi kondisi wilayah yang rentan dilihat dari parameter kajian. 

"Rekapitulasi kajian bahaya per kecamatan menentukan total luas bahaya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pangandaran. Secara keseluruhan memiliki potensi luas resiko bahaya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pangandaran dengan total 78.415 hektare yang berada pada kelas sedang," ujar Nana.

Penentuan kelas bahaya tingkat Kabupaten Pangandaran menurut Nana diperoleh berdasarkan kelas bahaya maksimal per kecamatan, seperti di Kecamatan Cigugur seluas 8.341 hektare, Cijulang 7.265 hektare, Cimerak 16.076 hektare, Kalipucang 8.721 hektare, Langkaplancar 15.107 hektare, Mangunjaya 430 hektare, Padaherang 4.756 hektare, Pangandaran 3.673 hektare, Parihi 7.202 hektare, dan di Sidamulih seluas 6.754 hektare yang masuk katagori bahaya kebakaran sedang.***

Bagikan: