Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya berawan, 29 ° C

Satria Desak Dewan Kehormatan Usut Isu Perselingkuhan Kader Gerindra

Hilmi Abdul Halim
SEJUMLAH kader Partai Gerindra yang tergabung dalam Satria Purwakarta  mendesak dewan kehormatan partainya untuk turun tangan mengatasi kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan anggota DPRD Purwakarta dari partai tersebut.*/HILMI ADDUL HALIM/PR
SEJUMLAH kader Partai Gerindra yang tergabung dalam Satria Purwakarta mendesak dewan kehormatan partainya untuk turun tangan mengatasi kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan anggota DPRD Purwakarta dari partai tersebut.*/HILMI ADDUL HALIM/PR

PURWAKARTA, (PR).- Kasus perselingkuhan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purwakarta dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mencuat dalam pemberitaan media massa lokal akhir-akhir ini. Kader partai tersebut kini mendesak Dewan Kehormatan Partai tingkat pusat turun tangan.

Pimpinan Cabang Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) Purwakarta telah melayangkan surat permohonan tersebut melalui Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Purwakarta. "Ini untuk menjaga nama baik Gerindra di Purwakarta," kata Sekretaris Satria Purwakarta, Dian Sofiyana, Rabu 14 Agustus 2019.

Dalam surat tersebut, Satria Purwakarta mendesak DPC Partai Gerindra setempat mengajukan usulan untuk menggelar rapat majelis etik atau kehormatan di pusat. Hal itu juga diketahui Dewan Pimpinan Daerah Partai tingkat Provinsi Jawa Barat sesuai mekanisme partai.

"DPC Partai Gerindra Kabupaten Purwakarta harus segera mengadakan jumpa pers untuk meng-counter berita yang berkembang," kata Dia mengutip isi surat pernyataannya. Langkah tersebut guna mengantisipasi dampaknya terhadap Partai Gerindra secara menyeluruh.

Dian memastikan organisasi sayap partai tersebut akan mendukung apapun keputusan yang diambil oleh pimpinan partainya di tingkat pusat maupun kabupaten. Yang terpenting menurutnya adalah stabilitas di internal partai tersebut.

Kader partainya yang diduga terlibat merupakan anggota DPRD Purwakarta selama dua periode terakhir. Terlepas dari kebenaran atas tuduhan perselingkuhannya, Dian menilai hal itu perlu ditegaskan oleh partainya sesuai mekanisme yang berlaku.

Klarifikasi

Suami yang bersangkutan berinisial D sebelumnya telah mengklarifikasi berita tersebut. "Sebelumnya kami memohon maaf kepada masyarakat Purwakarta atas berlarut-larutnya klarifikasi berita hoaks tentang penggerebekkan yang berkembang belakangan ini," katanya.

Dalam jumpa pers itu diikutsertakan juga laki-laki yang dituduh sebagai selingkuhannya. Ia pun menegaskan bantahan atas kabar yang beredar di media massa terkait kasus perselingkuhannya dengan seorang anggota dewan dari Partai Gerindra.

D mengaku telah mengonfrontasi sang istri dan orang yang diduga selingkuhannya. Ia pun menyayangkan media-media yang memberitakan kasus tersebut tidak melakukan konfirmasi seperti seharusnya.

Dalam pemberitaan di sejumlah media massa lokal disebutkan bahwa D menggerebek istrinya yang tengah berduaan dengan laki-laki lain di satu kamar. Namun, D justru menyangkal hal itu.

Begitu pula kedua orang yang dituduh berselingkuh, D menyatakan mereka berada di rumahnya masing-masing pada waktu penggerebekan yang diberitakan. "Maka hal tersebut merupakan berita bohong beredar di masyarakat. Kami akan laporkan kepada pihak berwenang bagi siapapun yang membuat dan turut menyebarkan berita ini, karena sudah mencemarkan nama baik," ujarnya.***

Bagikan: