Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Langit umumnya cerah, 24.6 ° C

Polisi Amankan Dua Terduga Pelaku Adegan Vina Garut

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI video mesum.*/ANTARA
ILUSTRASI video mesum.*/ANTARA

GARUT, (PR).- Dalam dua hari terakhir ini di Kabupaten Garut heboh adanya video yang mempertontonkan adegan seksual yang pelakunya disebut-sebut warga Garut. Video ini pun menjadi viral dan menjadi perbincangan hangat berbagai kalangan masyarakat yang rata-rata menyesalkan hal tersebut.

Menyikapi hal ini, jajaran Satreskrim Polres Garutpun tak tinggal diam. Petugas langsung turun melakukan penyelidikan guna mengungkap kebenaran dari informasi yang beredar selama ini.
  
"Benar, kami telah mendapatkan informasi terkait keberadaan video yang viral dan cukup menghebohkan tersebut. Kita langsung lakukan penyelidikan," ujar Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng, Rabu 14 Agustus 2019.

Dikatakannya dari hasil penyelidikan yang telah dilakukan, pihaknya kemudian mengamankan dua orang yang terduga pelaku adegan ranjang dalam video yang beredar tersebut. Namun hingga saat ini keduanya masih berstatus saksi, belum menjadi tersangka.

Polisi pun, tutur Maradona, hingga saat ini masih memintai keterangan dari kedua orang yang dimankan pada Selasa (13/8/2019) malam tersebut. Mereka yang telah diamankan terdiri dari seorang wanita dan seorang pria.

Maradona mengaku belum bisa mengungkapkan identitas atau inisal kedua terduga pelaku. Hal ini menurutnya karena saat ini prosesnya masih dalam tahapan pemeriksaan.

"Kalau untuk identitas atau inisial, kami belum bisa mengungkapkannya. Saat ini masih dalam tahapan pemeriksaan," katanya kepada wartawan Kabar Priangan Aep Hendy.

Tunggu gelar perkara

Maradona juga menyebutkan, saat ini pihaknya pun belum bisa memberikan keterangan lebih jauh terkait kasus tersebut. Namun apabila setelah gelar perkara nanti, pihaknya baru bisa memberikan penjelasan lebih rinci.

"Kita masih menggali fakta dari hasil permintaan keterangan para saksi termasuk dua orang terduga pelaku yang sudah diamnakan. Makanya untuk saat ini kita belum bisa memberikan keterangan lebih jauh," ucap Maradona.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada dua video yang ramai beredar melalui media sosial terkait adegan intim yang pelakunya disebut-sebut sebagai warga Garut tersebut. Video pertama yang berdurasi 1 menit 30 detik berisi adegan seorang wanita yang melayani tiga orang pria saat melakukan melakukan aktivitas seksual di sebuah kamar.

Sedangkan video kedua yang berdurasi 1 menit 7 detik mempertontonkan adegan seks sdeorang wanita dengan seorang pria di sebuah kamar. Wanita yang berada dalam video pertama dan video kedua ternyata masih orang yang sama.   

Pada awalnya kedua video itu diunggah melalui twitter atas nama "Vina Garut". Kedua video ini mulai ramai beredar sejak Selasa (13/8/2019). 

Maraknya peredaran video tersebut tentu saja mengundang perhatian warga Garut. Apalagi disebut-sebut jika pelaku adegan tak senonoh itu merupakan warga Garut dan lokasinya pun berada di wilayah Garut.

Prihatin

Komentar pun bermunculan dari sejumlah warga Garut menyikapi beredarnya video tersebut. Kebanyakan dari mereka sangat menyesalkan dan mengaku prihatin jika benar pelaku adegan tak senonoh itu merupakan warga Garut dan berlokasi di Garut pula.

"Sangat miris sekaligus prihatin sekali. Garut ini terkeal sebagai kota santri dengan masyarakatnya yang agamis tapi ko bisa-bisanya muncul video yang sangat memalukan seperti itu," komentar Diana (46), ibu rumah tangga warga Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler.

Ia mengaku sangat menyesalkan kejadian itu yang menurutnya bisa merusak citra Garut di mata masyarakat luar Garut. Peredaran video tersebut mau tak mau telah membuat nama Garut lebih dikenal dan disebut-sebut di berbagai daerah akan tetapi sayangnya malah sisi negatifnya yang muncul.

"Saya baru tahu hari ini kalau di Garut sedang ramai beredar video adegan tak senonoh seorang wanita dengan beberapa pria. Bahkan saya tahupun karena ada salah seorang teman yang tinggal di Bandung dan menanyakan hal itu kepada saya tadi siang," kata Diana.

Ia meminta aparat penegak hukum bersikap tegas dalam menangani permasalahan ini. Para pelaku harus mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya yang juga bisa merusak mental anak-anak serta mencoreng nama baik Garut di mata masyarakat luar.***    

Bagikan: