Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 27.8 ° C

Dalam Satu Bulan, Tim Ekspedisi Destana Tsunami Jelajahi Ratusan Desa di Pesisir Pulau Jawa

Agus Ibnudin
ILUSTRASI gempa berpotensi tsunami.*/ANTARA
ILUSTRASI gempa berpotensi tsunami.*/ANTARA

MAJALENGKA, (PR).- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, Tim Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami berhasil menjelajahi 512 desa/kelurahan di 24 kabupaten/kota sejak 12 Juli 2019. Ekspedisi itu dilakukan dalam rangka penguatan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana tsunami dan untuk pengembangan desa tangguh bencana yang berada di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa.

Plt. Kapusdatinmas BNPB Agus Wibowo, Rabu, 14 Agustus 2019 menuturkan, ekspedisi ini juga melibatkan lima pihak pentahelix, yaitu pemerintah, akademisi, masyarakat, lembaga usaha, dan media.

Dijelaskan, ekspedisi ini terbagi dalam empat segmen, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten, yang masing-masing segmen diikuti 200 orang.

Dari target sebanyak 518 desa, hanya tercapai 512 desa yang berhasil disosialisasikan tentang kesiapsiagaan dan potensi tsunami.

Sementara itu, Badan Standardisasi Nasional (BSN) turut berperan serta dengan menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait dengan kebencanaan dan menyosialisasikannya ke desa/kelurahan di Indonesia.

Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Zakiyah mengungkapkan, saat ini, BSN telah menetapkan 17 SNI terkait dengan kebencanaan.

“Semua sudah kami sosialisasikan kepada segenap aparat desa/kelurahan di Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, dan Banten melalui program Ekspedisi Destana Tsunami 2019,” katanya.

Selain menyosialisasikan SNI, sukarelawan BSN yang tergabung dalam Tim Ekspedisi ini juga turut mendampingi para aparatur desa setempat dalam pengisian kuesioner Penilaian Ketahanan Desa (PKD). “PKD merupakan perangkat alat hitung ketangguhan desa melalui indikator-indikator dan komponen yang telah disusun berdasarkan SNI 8357: 2017, tentang Desa dan Kelurahan Tangguh Bencana,” ucapnya.

Disebutkan Zakiyah, PKD terdiri atas lima komponen dan 28 indikator. Kelima komponen itu mencakup kualitas dan akses pelayanan dasar, dasar sistem penanggulangan bencana, pengelolaan risiko bencana, kesiapsiagaan darurat, dan kesiapsiagaan pemulihan.

Zakiyah menerangkan, hasil evaluasi PKD ini dapat mencerminkan tingkat ketangguhan masyarakat desa dan dapat dijadikan identifikasi awal penerapan SNI 8357:2017 di desa-desa rawan bencana Tsunami.

“PKD ini merupakan evaluasi awal. Selanjutnya, BSN bersama dinas terkait dapat melakukan survei langsung ke lapangan untuk verifikasi data, dan melakukan pendampingan terhadap desa-desa tersebut agar dapat menjadi Desa Tangguh Bencana,” tuturnya.***

Bagikan: