Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Berawan, 28.6 ° C

Pencarian Kucing Rumahan yang Berkeliaran di Gunung Gede Pangrango Terus Berlanjut

Shofira Hanan
SEORANG pengunjung mendatangi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cibodas, Rabu, 14 Agustus 2019. Tim TNGGP saat ini masih memburu beberapa kucing rumahan yang berkeliaran di area wisata, karena dikhawatirkan keberadaan mereka dapat merusak ekosistem.*/SHOFIRA HANAN/PR
SEORANG pengunjung mendatangi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cibodas, Rabu, 14 Agustus 2019. Tim TNGGP saat ini masih memburu beberapa kucing rumahan yang berkeliaran di area wisata, karena dikhawatirkan keberadaan mereka dapat merusak ekosistem.*/SHOFIRA HANAN/PR

CIANJUR, (PR).- Tim Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) memburu kucing rumahan yang beredar di kawasan tersebut. Pencarian hewan itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan ekosistem di kawasan TNGGP.

Sebelumnya, dikabarkan jika sejumlah kucing rumahan (veral) berkeliaran di kawasan tersebut selama musim liburan berlangsung. Kepala Bidang 1 Balai Besar TNGGP Wilayah Cianjur Diah Qurani Kristina menilai, berkeliarannya kucing tersebut dikhawatirkan mengganggu ekosistem.

“Karena khawatir kucing-kucing itu akan berkembangbiak dan akhirnya jadi pemangsa di lokasi. Tentunya bisa mengancam, entah hewan seperti burung, atau merusak tanaman yang ada di sana,” kata Diah, Rabu, 14 Agustus 2019.

Menurut informasi dari pengunjung, ada lima kucing yang sering berkeliaran dan memakan sesuatu seperti burung kecil yang berada di daerah itu. Beberapanya ditemukan di jalur pendakian dan pengunjung di sekitar air terjun Cibereum.

Hal tersebut, semakin memperkuat kekhawatiran tim, jika ke depannya kucing itu memangsa hewan asli di wilayah TNGGP.

Dugaan sementara, kucing yang ditemukan itu ikut masuk bersama pengunjung terutama yang membawa banyak makanan. Selain itu, kucing juga diduga berasal dari pemukiman warga yang berdekatan dengan lokasi wisata.

“Awalnya kami melihatnya mereka ini seperti kucing biasa saja kan ya. Tapi, menurut pakar kucing-kucing ini lebih baik dikeluarkan saja. Makanya, kami terus mencari kalau masih ada yang tersisa,” ucapnya.

Hingga sejauh ini, tim baru berhasil menemukan tiga ekor kucing dari area TNGGP. Selama melanjutkan proses pencarian, Diah mengaku tidak lagi menemukan dua kucing yang terlihat oleh pengunjung.

Tim mempersilahkan siapapun yang berminat, untuk mengadopsi kucing tersebut. Ia memastikan, kucing tidak akan dibuang begitu saja. Terlebih, kucing rumahan yang ditemukan pun tergolong jinak.

“Ada juga kucing yang kami sterilisasi dan suntik rabies. Supaya tidak berkembangbiak, apalagi di dalam TNGGP,” kata dia.

Diah menjelaskan, untuk melakukan proses tersebut TNGGP melibatkan Jakarta Animal Aid Network (JAAN). Beberapa dokter hewan didatangkan, agar memastikan proses sterilisasi dan suntik rabies berjalan dengan sesuai.

Ia mengatakan, untuk mencegah kembali berkeliarannya kucing di area TNGGP, pengunjung diimbau untuk tidak membawa peliharaan saat berkunjung. Selain itu, pengunjung juga diminta membantu tim untuk ikut mengeluarkan hewan tersebut jika terlihat.

“Sejauh ini kalau untuk anjing kan tidak ada karena sosialisasi dan kesadaran masyarakat cukup tinggi ya. Nah, untuk kucing ini perlu saling mengawasi,” ujar dia.***

Bagikan: