Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 27.1 ° C

Mobil Pengunjuk Rasa Nyaris Menabrak Barikade Petugas 

Tim Pikiran Rakyat
PETUGAS berusaha menghentikan mobil yang digunakan pengunjuk rasa yang ingin masuk ke gedung DPRD.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN
PETUGAS berusaha menghentikan mobil yang digunakan pengunjuk rasa yang ingin masuk ke gedung DPRD.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

GARUT, (PR).- Pelantikan anggota DPRD Kabupaten Garut periode 2019-2024 di Gedung DPRD Garut di Jalan Patriot, Tarogong Kidul, Selasa 13 Agustus 2019 diwarnai aksi demontrasi. Aksi dilakukan sejumlah mahasiswa dan pedagang kaki lima (PKL) yang menuntut agar PKL diperbolehkan berjualan kembali di kawasan Pengkolan atau Jalan Ahmad Yani.

Dalam aksi ini, sempat terjadi kericuhan antara massa pengunjuk rasa dengan petugas kepolisian yang tengah melakukan pengamanan. Akibatnya, sejumlah pegunjuk rasapun diamankan petugas karena dianggap menjadi provokator.

Kericuhan antara massa pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian terjadi saat massa pengunjuk rasa bersikeras untuk masuk ke area Gedung DPRD. Padahal saat itu di dalam gedung sedang ada kegiatan pelantikan anggota DPRD Garut sehingga polisi mencegah keinginan massa.

Aksi saling dorong pun tak terhindarkan antara massa dan polisi. Tak hanya itu, mobil pendemo pun sempat dimajukan dan hampir menabrak petugas yang tengah melakukan barikade. 

Melihat massa yang semakin beringas, polisi pun bertindak tegas. Sejumlah peserta aksipun kemudian diamankan karena dianggap melakukan upaya provokasi dan memicu keributan.

Sampaikan aspirasi

Menurut Ketua Lembaga Pedagang Kaki Lima Garut (LPKLG), Tatang, kedatangan PKL dan mahasiswa ke Gedung DPRD ini tak lain hanya untuk meminta anggota DPRD yang baru dilantik agar bekerja sesuai tupoksi. Tatang yakin apa yang menjadi tuntutannya tersebut sudah didengar para anggota dewan yang baru dilantik meskipun mereka tak sempat bertemu langsung dengan para PKL.

"Kedatangan kami ke sini bukan untuk membuat kacau pelaksanaan kegiatan pelantikan. Kami hanya ingin menyampaikan agar mereka bekerja sesuai tupoksi sebagai wakil rakyat," ucap Tatang.
 
Iapun berharap apa yang menjadi tuntutannya tersebut bukan hanya didengar tapi juga ditindaklanjuti para anggota dewan. Anggota dewan harus mendengar apa yang menjadi aspirasi masyarakat, bukan hanya mendengar apa kata pemeritah.

"Anggota dewan yang baru kami harapkan jangan terlalu mendengarkan bisikan setan. Bekerjalah yang baik, sesuai tupoksi," pesan Tatang.

Masih menurut Tatang, PKL siap menata diri dan menghilangkan kesan kumuh jika kembali diizinkan berjualan di Pengkolan. PKL mau bekerja sama dengan siapapun termasuk Pemkab Garut dalam upaya menjaga keindahan, ketertiban, kemanan, dan kenyamanan kawasan Pengkolan. 

"Kami siap bekerja sama, tidak seperti Pemkab Garut yang melakukan penataan tanpa adanya musyawarah dengan PKL," katanya kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.

Tatangpun mempersilakan Pemkab Garut untuk memperbaiki gedung PKL yang ada di kawasan Jalan Guntur. Namun selama proses perbaiukan dilakukan, Pemkab Garut harus mengizinkan para PKL untuk terlebih dahuklu berjualan di Pengkolan.***

Bagikan: