Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 22.3 ° C

Gapura Unik dari Bambu Jadi Tempat Swafoto Warga

Tati Purnawati
GAPURA kreativitas seni dari bahan bambu yang dipasang di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Majalengka menjadi spot swafoto sejumlah warga.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON
GAPURA kreativitas seni dari bahan bambu yang dipasang di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Majalengka menjadi spot swafoto sejumlah warga.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

MAJALENGKA,(PR).- Jelang HUT RI sejumlah warga dan kantor pemerintahan mulai membersihkan dan merias limgkungan dengan aneka ragam bendera serta mendekorasi kantor hingga tampak indah dan artistik.

Pada umumnya sambut HUT kemerdekaan ini dengan memasang bendera merah putih serta umbul-umbul atau juga membuat gapura yang terbuat dari triplek atau bambu walaupun alakadarnya. Bagi yang tidak membuat gapura berupaya mengecat ulang agar terlihat bersih dan indah.

Hanya mungkin untuk kantor pemerintah yang berupaya merias dan mendekorasi hingga terlihat indah adalah Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Majalengka. Kantor ini selain memasang umbul-umbul dan bendera serta juga mendekorasi gapura dengan nuansa minimalis dari bahan bambu tali.

“Ini mungkin satu-satunya kantor pemerintah yang menata lingkungannya untuk sambut HUT RI. Kantor lainnya tidak. Saya pikir tadinya semua kantor demikian,” ungkap Nenden salah seorang warga yang berswafoto di depan gapura menuju pintu masuk kantor.

Dekorasi kantor hampir sepenuhnya bambu, tiang gapura yang semula tembok ditutup bambu, ada juga manekin seorang perempuan berjaga di bagian samping kanan pintu masuk bagian belakangnya replika bunga teratai dan kenanga yang belum mekar.

Di bagian kiri seberang patung wanita ada beberapa sebuah replika gada, yang dalam pewayangan selalu dibawa Bima, ayahnya Gatotkca.

Yang membuat nuansa semakin kuat, dekorator berupaya membubuhkan kain batik megamendung di bagian bawah serta membalut ikatan bambu yang dipasang terpisah.

Nuansa berbeda

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Lalan Suherlan mengatakan, pihaknya sengaja membuat dekorasi kantor untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI yang kebetulan menurutnya anggaran untuk dekorasi tersebut tersedia di kantornya.

“Awalnya tanpa sengaja ingin membuat nuansa yang beda saat sambut HUT RI, namun dua hari pelaksanaan pengerjaan, tiba-tiba juga ada surat dari Pemerintah Pusat yang memberikan imbauan untuk mendekorasi kantor,” ungkap Lalan.

Dia mengaku mengambil nuansa minimalis bambu, karena ada sebuah kelompok seni kreatif di Kecamatan Jatitujuh, yaitu Kampung Bambu, sehingga stafnya berupaya menghubunginya untuk segera mendekorasi kantornya.

“Saya ingin mendekor kantor, dan sekaligus memberdayakan kelompok seni di Jatitujuh yang terbiasa membuat krestivitas seni dari bahan bambu, hasilnya unik,” kata Lalan.

Pengerjaannya hanya dilakukan selama beberapa hari, dengan menghabiskan bambu sekitar dua kol bak.

“Yang kita hargai adalah kreativitas seninya, yang jarang dimiliki banyak orang. Ini juga pemberdayaan bagi mereka,” ungkap Lalan.

Yang mengerjakan semua itu, menurut Lalan, adalah Subita warga Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka. Pria multitalenta yang mempelopori kreativitas seni berbahan bambu. Dia belajar secara autodidak tanpa bantuan siapapun, namun kemudian dia memberikan keahliannya kepada sejumlah anak muda di Jatitujuh, hingga akhirnya terbentuk kampung bambu dengan beragam kreativitas seni bahan bambu lainnya.

Kini gapura bambu tersebut banyak dimanfaatkan sejumlah warga untuk berswafoto terutama pada sore hari serta malam hari. Banyak warga yang akan beristirahat di Alun-alun terlebih dulu mampir di gapura tersebut sekadar untuk berfoto.***
 

Bagikan: