Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 21.7 ° C

Denda Pembuang Sampah Sembarangan Segera Diberlakukan

PETUGAS Balai PSDA Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane membersihkan sampah di sungai Ciliwung, Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.*/ANTARA
PETUGAS Balai PSDA Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane membersihkan sampah di sungai Ciliwung, Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.*/ANTARA

BOGOR, (PR).- Pemerintah Kota Bogor segera memberlakukan sanksi denda kepada pelaku pembuang sampah sembarangan. Namun, sebelum memberlakukan sanksi, Pemerintah Kota Bogor perlu memastikan sistem pengolahan sampah sudah dimiliki di seluruh wilayah Kota Bogor.  

“Saya minta dipetakan dulu, mana saja wilayah yang belum punya sistem pengangkutan sampah, septic tank, dan IPAL Komunal.  Sehingga saat warga ingin buang sampah mereka enggak punya alasan lagi, jadi bisa kita denda,” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya seusai memimpin rapat koordinasi pengelolaan sampah di Graha Paseban Sri Bima Balai Kota Bogor, Rabu, 14 Agustus 2019.

Selain membangun sistem pengolahan sampah, edukasi kepada masyarakat untuk memilah dan memilih sampah akan digalakkan lebih masif. Bima berharap limbah rumah tangga yang mendominasi sampah di Kota Bogor dapat selesai di tingkat rumah tangga.

“Permasalahan sampah ini akan diselesaikan secara bertahap, saya  inginnya 2024 nanti jumlah sampah yang kita angkut sangat  berkurang. Makanya edukasi pilih dan pilah harus masif, kalau sekarang kan sistemnya masih buang dan angkut, nanti harus jelas mana organik dan non organik, dan itu harus dipilah ditingkat rumah tangga,” kata Bima.

Terkait evaluasi Satgas Naturalisasi Ciliwung,  Bima mengatakan, sejauh ini jumlah sampah di Sungai Ciliwung cenderung menurun. Namun demikian, Bima tidak menampik masih ada beberapa titik  sungai yang masih dipenuhi sampah, salah satunya di kawasan Kedungbadak, Kota Bogor.

“Progresnya cukup bagus, saya dapat laporan before dan after-nya, di beberapa titik seperti Sukasari, Sempur, Babakanpasar sudah lebih bersih lagi,” ucap Bima.

Menurut Bima, Pemerintah Kota Bogor sedang kejar target untuk membersihkan sampah di kawasan Sungai Ciliwung selama musim kemarau. Apa yang dilakukan Pemkot Bogor, lanjut Bima, akan berdampak pada pengurangan resiko banjir baik di Kota Bogor maupun di Jakarta.

“Kami melakukan ini bukan untuk orang Bogor saja, tapi juga untuk orang Jakarta. Kita terus kejar target pembersihan sampah di CIliwung, termasuk mengedukasi masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke sungai. Sampah kan bikin mampet, kalau mampet tentu jadi banjir,” ucap Bima.

Peran dasawisma

Dalam mengurangi sampah rumah tangga, Bima meminta Dasawisma dapat berperan lebih aktif. Bima menyebut dasawisma menjadi bagian strategi untuk  mengedukasi masyarakat  agar dapat memilah dan memilih sampah.

“Nanti kita akan buat kompetisi lingkungan bersih dan sehat antar dasawisma, kita ingin dasawisma ini aktif. Mereka yang akan bertugas mencatat, memberikan penyuluhan, dan menggerakkan, kita juga akan gandeng PKK,” kata Bima.

Sementara itu, Ketua PKK  Kota Bogor Yane Ardian sepakat, Dasawisma di Kota Bogor harus memiliki peran sebagai pencatat, penggerak, dan penyuluh.Dengan konten  menjadi Kota Bogor kota sehat dan bersih, saya yakin Dasawisma bisa lebih aktif lagi ke depannya,” ujar Yane.

Dasawisma, lanjut Yane, berperan penting dalam mengedukasi masyarakat. Pasalnya, Dasawisma adalah bagian terkecil dalam struktur organisasi setelah RT. Sehingga mereka bersinggungan langsung dengan warga.

“Mereka  sebagai pelaku bersih dan memilah sampah, jadi nanti mereka bisa catat apa saja kekurangan di 10 rumah yang tergabung dalam Dasawisma.  Kita beri pemahaman budaya bersih,  nanti lebih rinci lagi akan dibahas lagi antara PKK dengan Dinas Lingkungan Hidup,” ucap Yane.***

Bagikan: