Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 27.1 ° C

Kebakaran Hutan Meningkat 12 Kali Lipat Sejak 2007

Hilmi Abdul Halim
ILUSTRASI.*/DOK. PR
ILUSTRASI.*/DOK. PR

PURWAKARTA, (PR).- Kebakaran hutan atau lahan perkebunan di Kabupaten Purwakarta masih tinggi sepanjang tahun ini. Jumlahnya tercatat mencapai 46 kejadian atau dua kali lipat dari jumlah kebakaran bangunan rumah sebanyak 23 kejadian.

"Kesadaran masyarakat untuk pencegahan kebakaran mungkin mulai terabaikan. Sehingga, mereka kurang perduli," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Purwakarta Wahyu Wibisono, Selasa, 13 Agustus 2019.

Misalnya saja, kebiasaan masyarakat saat membakar sampah atau ilalang. Sering kali Wibi mendapatkan laporan kebakaran lahan kosong itu karena mereka tidak mengawasi tindakannya hingga merembet ke tanaman-tanaman kering di sekitarnya.

Pembakaran sampah atau lahan kosong secara disengaja menjadi penyebab kebakaran terbanyak, sekitar 35 persen lebih. Disusul arus pendek listrik yang biasanya menyebabkan kebakaran di bangunan rumah, tercatat sebanyak 19 persen.

Secara mengejutkan, puntung rokok menjadi salah satu penyebab kebakaran terbanyak mencapai 14,5 persen sepanjang tahun ini. Jumlahnya diketahui melebihi faktor lainnya, seperti tiga kali lipat dibandingkan kompor gas dan lilin atau korek api.

Sekitar 25 persen lebih kebakaran itu dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Purwakarta sebagai pusat pemerintahan daerah. "Dari hasil analisa kami ada beberapa hal di antaranya jumlah penduduk Kecamatan Purwakarta bertambah dengan munculnya perumahan-perumahan baru," ujar Wibi.

Untuk itu, DPKPB Purwakarta meningkat sosialisasi mengantisipasi kebakaran, khususnya di wilayah padat penduduk. Wibi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada melihat potensi kebakaran dan melakukan tindakan pencegahan dengan memadamkan kobaran api sebelum meluas.

"Apabila tidak mampu memadamkannya karena api yang sudah terlalu besar. Diharapkan agar langsung menghubungi Pemadam Kebakaran," ujarnya menambahkan. Wibi menilai, kebakaran lahan perkebunan atau hutan lebih berpotensi saat musim kemarau seperti sekarang.

Menurut data di dinasnya, kebakaran hutan tahun ini mulai terjadi pada Juni (9 kali), Juli (32) dan Agustus (5). Kejadian serupa bahkan terus mengalami peningkatan sejak satu dekade lalu hingga sekarang. Dari 14 laporan pada 2007, jumlah kebakaran hutan terus meningkat hingga pada 2018 lalu mencapai 168 kejadian.

Sepanjang tahun lalu, petugas dinas terkait menerima sedikitnya 300 laporan kebakaran. Sebanyak 146 di antaranya diduga disebabkan oleh pembakaran sampah atau lahan secara disengaja disusul akibat puntung rokok sebanyak 39 laporan.

Menurut pantauan PR, salah satu wilayah yang rentan mengalami kebakaran hutan atau perkebunan berada di jalur pinggir Waduk Jatiluhur hingga Kecamatan Sukasari. Di sepanjang jalan tersebut banyak ditemukan rerumputan dan tumpukan daun kering.

Selain kondisi lingkungan yang kering, kawasan tersebut juga relatif jauh dari pemukiman penduduk. Kawasan lainnya yang rawan antara lain di pinggir jalan tol wilayah Kecamatan Bungursari termasuk kawasan industri Kota Bukit Indah.***

Bagikan: