Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 27.8 ° C

Gunung Kacapi Terbakar, Warga: Itu Cuma Mitos Mau Turun Hujan

Tim Pikiran Rakyat
ANGGOTA Satpol pp sedang melakukan upaya pemadaman api di kawasan Gunung Kacapi.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN
ANGGOTA Satpol pp sedang melakukan upaya pemadaman api di kawasan Gunung Kacapi.*/TAUFIK ROCHMAN/KABAR PRIANGAN

SUMEDANG,(PR).- Kawasan Gunung Kacapi di wilayah Desa Kebonjati Kecamatan Sumedang Utara, kini tiba-tiba saja terbakar, Senin 12 Agustus 2019 siang.

Menurut informasi, peritiwa kebakaran itu diperkirakan mulai terjadi sekira pukul 11.30. Belum diketahui apa yang menjadi penyebabnya, namun yang pasti, titik api awalnya mulai terlihat persis di areal hutan milik masyarakat yang letaknya sekitar 200 meter dari pemukiman penduduk.

Berdasarkan keterangan dari penduduk setempat, kebakaran di Gunung Kacapi ini memang sudah rutin terjadi hampir setiap musim kemarau. 

Bahkan menurut mitos yang berkembang, apabila pada musim kemarau panjang Gunung Kacapi itu tiba-tiba terbakar, berarti itu merupakan pertanda akan turun hujan.

Karena adanya mitos tersebut, tidak heran jika warga di sekitar Gunung Kacapi ini tetap tenang saat melihat peristiwa kebakaran itu. Sebab menurut keyakinan mereka, dengan terbakarnya gunung tersebut berarti sudah mendekati musim hujan.

"Tiap tahun juga gunung ini selalu kebakaran. Tidak tahu penyebabnya apa, yang pasti bila Gunung Kacapi ini kebakaran, berarti sudah mau turun hujan," ujar Pendi (49) warga setempat.

Upaya pemadaman

Mitos soal pertanda hujan ini dibenarkan Kepala Seksi Trantib Kec. Sumedang Utara, H. Entas Sutrisno. Menurut Entas, hampir semua warga di sekitar kawasan Gunung Kacapi, memang meyakini kalau peristiwa kebakaran ini sebagai pertanda akan turun hujan.

"Saya sendiri kurang begitu tahu persis cerita awalnya. Cuma memang, menurut cerita masyarakat, apabila Gunung Kacapi kebakaran berarti pertanda akan turun hujan," ujarnya kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.

Dijelaskan Entas, peristiwa kebakaran itu memang terjadi di lahan milik masyarakat. Dan sebagai langkah antisipasi, anggota Satpol PP bersama tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Sumedang dan anggota TNI/Polri, kini telah terjun ke lapangan untuk melakukan upaya pemadaman bersama masyarakat setempat.

"Luas Gunung Kacapi ini seluruhnya mencapai 7 hektare. Dan lokasi kebakaran ini hanya sebagian saja, dan bukan di tanah kas desa, melainkan di lahan milik masyarakat," katanya.

Ditanya terkait penyebabnya, Entas mengaku pihaknya sendiri sampai sekarang belum bisa memastikan apa penyebab kebakaran tersebut. Namun menurut dugaan sementara, titik api ini diperkirakan muncul akibat adanya gesekan ranting bambu karena kencangnya tiupan angin.

"Belum diketahui penyebabnya, kemungkinan akibat adanya gesekan pohon bambu sehingga menimbulkan percikan api dan langsung membakar rumuput atau dedaunan yang kering," ucapnya.

Proses pemadaman itu sendiri, kata Entas, masih berlanjut sampai sekarang. Bahkan sampai pukul 16.00 kemarin, warga bersama petugas gabungan dari BPBD, Satpol PP dan anggota TNI/Polri, masih tetap bertahan untuk melakukan prosesnpemadan di lokasi kejadian.***

Bagikan: