Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Cerah berawan, 27.4 ° C

Kolecer di Bogor Kurang Terawat, Buku-buku Hilang

Windiyati Retno Sumardiyani
SEJUMLAH anak membaca buku yang tersedia di layanan Kotak Literasi Cerdas (Kolecer) di Taman Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/12/2018). Kolecer atau perpustakaan jalanan yang berada di taman kota tersebut bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi serta meningkatkan minat baca masyarakat.*/ANTARA
SEJUMLAH anak membaca buku yang tersedia di layanan Kotak Literasi Cerdas (Kolecer) di Taman Sempur, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (15/12/2018). Kolecer atau perpustakaan jalanan yang berada di taman kota tersebut bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi serta meningkatkan minat baca masyarakat.*/ANTARA

BOGOR, (PR).- Kotak literasi cerdas atau Kolecer, hibah Pemerintah Provinsi Jawa Barat minim perhatian. Kotak biru di Lapangan Sempur yang diserahkan langsung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, 15 Desember 2018 itu sudah usang dan berkarat lantaran berada di ruang terbuka.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kota Bogor Agung Prihanto mengatakan, Kolecer kurang terpelihara lantaran tidak ada penganggaran khusus untuk perawatan. Diskarpus Kota Bogor sempat mempertimbangkan untuk memindahkan Kolecer ke lokasi yang lebih tertutup agar tidak cepat usang. Namun, Lapangan Sempur dinilai tempat yang strategis untuk menumbuhkan minat baca masyarakat.

“Pertimbangannya, di Lapangan Sempur itu lokasinya bagus. Kendalanya, kurang bisa terpelihara. Nanti akan kami pikirkan. Kalau sekarang usang, wajar. Kalau rusak engselnya, biasa kalau dipakai terus, itu bisa segera diperbaiki karena tidak butuh biaya besar,” kata Agung, Senin 12 Agustus 2019.

Buku hilang

Selain kendala  perawatan, Agung mengatakan,  jumlah buku di Kolecer berkurang karena ada buku yang hilang. Diskarpus Kota Bogor sudah melakukan penjagaan di kawasan tersebut. Namun, banyaknya pembaca yang memanfaatkan Kolecer membuat mereka sulit mengontrol aktivitas pembaca.

“Kalau hilangnya memang dimanfaatkan, tidak masalah. Koleksi buku terakhir, saya kurang hafal. Dari awal ada 100-an, belum dimonitor lagi,” kata Agung.

Agung mengatakan, Pemerintah Kota Bogor belum memiliki anggaran untuk menambah titik Kolecer di Kota Bogor. Namun demikian, Diskarpus Kota Bogor membuka peluang kepada perusahaan untuk menyumbangkan buku dan kotak literasi jalanan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.

“Kami baru punya satu Kolecer, tapi untuk taman literasi sebenarnya banyak. Ke depan, kami akan kerjasamakan dengan perusahaan, mudah-mudahan responsnya positif,” kata Agung.***

Bagikan: