Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 23 ° C

Tak Ada Lagi Desa Tertinggal di Indramayu

Gelar Gandarasa
PEKERJA menjemur pakan ikan bandeng di Pabean Udik, Indramayu, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.*/ANTARA
PEKERJA menjemur pakan ikan bandeng di Pabean Udik, Indramayu, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.*/ANTARA

INDRAMAYU, (PR).- Pemerintah daerah menyatakan tak ada lagi desa tertinggal di Kabupaten Indramayu. Salah satu faktor penyebabnya adalah kucuran dana desa dari pemerintah. Dana desa berguna untuk membangun infrastruktur yang ada di desa.

Data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Indramayu pada tahun ini tak ada lagi desa dengan kategori sangat tertinggal. Saat ini 202 desa masuk ke dalam kategori berkembang, 99 desa maju, dan 8 desa mandiri. Padahal pada tahun sebelumnya masih ada satu desa yang masuk kategori sangat tertinggal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Indramayu Sugeng Heryanto menuturkan, salah satu meningkatnya status desa dikarenakan adanya dana desa. Menurut dia, secara langsung pemerintahan di tingkat desa bisa melaksanakan sendiri pembangunannya. “Salah satunya pembangunan infrastruktur seperti jalan desa,” kata Sugeng, Minggu, 11 Agustus 2019.

Dia menambahkan, pembagian kategori tersebut bukanlah dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah. Hal itu merupakan wewenang dari kementerian desa.

Kementerian desa memiliki beberapa indikator untuk mengategorikan tingkat perkembangan suatu desa. Tiga indikator di antaranya seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan. “Ada empat kategori seperti sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri,” kata Sugeng.

Masih adanya desa tertinggal, menurut dia, bukan semata-mata disebabkan oleh buruknya infrastruktur di desa. Terkadang petugas di pemerintahan desa kebingungan melakukan input data sehingga tak terdata oleh kementerian desa.

Untuk itu, dirinya getol berkeliling desa untuk menekankan pentingnya mengisi data perkembangan di desa masing-masing. Hasilnya secara perlahan tingkat perkembangan di desa bisa terdata oleh pemerintah pusat.

Menurut dia, meningkatnya kategori sejumlah desa merupakan kebanggaan tersendiri. Soalnya pada tahun 2017 silam tiada satu pun desa di Indramayu yang masuk kategori desa mandiri.

Persoalan itu menjadi fokus perhatian dari pemerintah daerah. Untuk tahun ini, desa yang tergolong mandiri antara lain Cipancuh, Karangampel Kidul, Larangan, Rambatan Kulon, Jatibarang, Sindang, Gabuswetan, dan Lohbener.

Ke depan, dinas pemberdayaan masyarakat dan desa akan terus mengedukasi para petugas di tingkat pemerintahan desa. Harapannya mereka akan menggunakan dana desa secara baik dan tepat. Dengan demikian, proses pembangunan di desa tak akan terhambat karena faktor penyusunan laporan pertanggunjawaban.

Dia pun meminta kepada para kuwu untuk memanfaatkan dengan sungguh-sungguh dana desa dari pemerintah. Jangan sampai dana tersebut disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

Apalagi beberapa waktu lalu seorang kuwu diciduk oleh petugas dari Kejaksaan Negeri Indramayu. Kuwu tersebut diduga menyalahgunakan dana desa hampir Rp 200 juta. Sugeng menambahkan, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kasus.

Sementara itu, salah seorang warga Suryadi mendukung penggunaan dana desa untuk tujuan kemajuan warga desa. Terlebih banyak fasilitas di desa yang mesti mendapatkan sentuhan perbaikan. Salah satunya yakni jalan di desa. “Kalau jalan lancar kan ekonomi juga lancar,” ungkapnya.***

Bagikan: