Pikiran Rakyat
USD Jual 14.031,00 Beli 14.129,00 | Sebagian cerah, 19.6 ° C

Bupati Majalengka Imbau Warga Magrib Mengaji

Tati Purnawati
FOTO ilustrasi anak-anak mengaji.*/ANTARA
FOTO ilustrasi anak-anak mengaji.*/ANTARA

MAJALENGKA,(PR).- Bupati Majalengka H. Karna Sobahi mengeluarkan surat edaran nomor 451/1480/Sosmas tentang “Gerakan Magrib Mengaji” dalam rangka mewujudkan visi Kabupaten Majalengka religius, adil, harmonis, dan sejahtera (Raharja).

Gerakan wajib mengaji sekaligu menindaklanjuti  surat edaran Gubernur Jawa Barat yang mengimbau seluruh umat muslim baik anak-anak maupun dewasa untuk melakukan mengaji usai magrib hingga menjelang isa.

Dalam surat edaran tersebut Bupati meminta seluruh camat di  26 Kecamatan agar segera mendeklarasikan, membantu dan memfasilitasi Gerakan Magrib Mengaji di wilayahnya masing-masing.

Dikatakan dia, pihaknya juga mengimbau Kepala Desa, Lurah, Tokoh masyarakat, PKK, Ulama, Kyai, Ajengan, Ustaz, Ustazah, pengurus masjid atau DKM melakukan Gerakan Maghrib Mengaji di masjid atau musala dari ba’da magrib sampai isya.

Disarankan juga untuk membuat spanduk dan banner yang berisi imbauan kepada masyarakat agar putra-putrinya mengikuti kegiatan magrib mengaji yang dipasang di masjid-masjid, madrasah, sekolah dan di kantor pemerintah agar imbauan ini bisa sampai kepada masyarakat luas.

Spanduk dianggap efektif sebagai cara untuk melakukan sosialsiasi karena dipasang di tempat terbuka dan bisa dilihat banyak orang.

Sementara itu SMK 1 Talaga sudah sejak lama menanamkan mengaji sebelum memulai belajar. Setidaknya selama 30 menit para siswanya terlebih dulu mengaji di kelas masing-masing, ada pula yang melaksanakannya di masjid.

“Di sekolah kami sudah lama para siswa diwajibkan membaca Alquran sebelum belajar, mereka mengaji atau berdiskusi tentang agama Islam dan membahas ayat yang dibacanya,” ungkap Sri Susilawati salah seorang guru PAI.

Demikian juda yang disampaikan Ida Nuraida Kasubag TU di SMK 1 Majalengka, di sekolahnya melakukan kuliah tujuh menit sebelum memulai belajar. Itu dilakukan melalui pengeras suara yang bisa didengar oleh semua siswa yang ada di setiap kelas.***
 

Bagikan: