Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Cerah, 28.3 ° C

Bakar Sate Sepanjang 100 Meter Meriahkan Iduladha di Sukabumi

Ahmad Rayadie
RATUSAN santri menggelar kegiatan membakar sate daging kurban sepanjang seratus meter dalam rangka memeriahkan Iduladha di Kota Sukabumi, Minggu 11 Agustus 2019.*/AHMAD RAYADIE/PR
RATUSAN santri menggelar kegiatan membakar sate daging kurban sepanjang seratus meter dalam rangka memeriahkan Iduladha di Kota Sukabumi, Minggu 11 Agustus 2019.*/AHMAD RAYADIE/PR

“BAKAR, bakar, bakar,” teriak ratusan santri Pesantren Dzikir Al-Fath di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunungguruh, Kota Sukabumi, Minggu 11 Agustus 2019. Teriakan itu menggema saat mereka memulai membakar sate berbahan daging kurban di pelataran halaman sepanjang sekira 100 meter.

Acara pembakaran sate itu merupakan hasil kreatifitas santri. Mereka dibagi menjadi puluhan kelompok dan membakar daging kurban milik warga serta donatur. Hewan kurban dititipan yang disembelih dibagikan kepada warga dan santri untuk disantap bersama.

Kepulan asap beraroma khas membumbung dan memenuhi halaman pesantren. Tawa riang kerap terdengar saat membakar sate. Mereka bersukacita menyambut Iduladha. Kegiatan yang berlangsung di pelataran halaman pesantren mencuri perhatian warga.

RATUSAN santri menggelar kegiatan membakar sate daging kurban sepanjang seratus meter dalam rangka memeriahkan Iduladha di Kota Sukabumi, Minggu 11 Agustus 2019.*/AHMAD RAYADIE/PR

Bahkan banyak warga turut terlibat membakar daging hewan kurban. Kurang dari sejam, ribuan tusuk sate daging kurban sudah dibakar dan disantap para santri serta warga.

"Kami menyambut Iduladha dengan sukacita. Sebanyak 20 domba dan beberapa sapi disembelih. Daging hewan kurban tidak hanya dibagikan kepada warga tidak mampu di sekitar pesantren, tetapi disate bersama para santri," kata Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath, Fajar Laksana.

RATUSAN santri menggelar kegiatan membakar sate daging kurban sepanjang seratus meter dalam rangka memeriahkan Iduladha di Kota Sukabumi, Minggu 11 Agustus 2019.*/AHMAD RAYADIE/PR

Dia mengatakan, membakar sate bersama merupakan upaya menyenangkan para santri. Apalagi para santri sangat jarang memakan daging domba dan sapi. "Kami membagi kebahagian dengan para santri untuk turut makan bareng daging kurban," katanya.

Kontes kecantikan hewan

Sehari sebelumnya, kata Fajar Laksana, hewan-hewan kurban terlebih dahulu mengikuti kegiatan beauty contest dan fashion show. Para santri tidak hanya merias sapi, dombapun turut dirias.

Kegaitan yang digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Indonesia itu tidak hanya melibatkan hewan kurban. Para santri yang terlibat kegiatan turut dirias sehingga layaknya pagelaram busana.

Selain memberikan peluang kepada santri untuk menyalurkan kreatifitasnya, acara itu menjadi wahana untuk turut memeriahkan Iduladha.  Para santri terlihat menyambut  Iduladha dengan sukacita.***

Bagikan: