Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Cerah berawan, 21.7 ° C

Mekarmukti Disiapkan Sebagai Ibu Kota Garut Selatan

Tim Pikiran Rakyat
WAKIL Bupati Garut, Helmi Budiman saat melakukan peninjaun di wilayah selatan Garut. Helmi merasa optimis Garut Selatan bisa berkembang dan layak menjadi daerah otonomi baru (DOB).*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN
WAKIL Bupati Garut, Helmi Budiman saat melakukan peninjaun di wilayah selatan Garut. Helmi merasa optimis Garut Selatan bisa berkembang dan layak menjadi daerah otonomi baru (DOB).*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

GARUT, (PR).- Pemkab Garut terus melakukan sejumlah persiapan dalam rangka rencana pemekaran Garut Selatan dari Kabupaten Garut. Pembangunan sejumlah sarana infrastruktur di wilayah selatan pun sudah disiapkan.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman menyebutkan pembangunan sejumlah sarana infrastruktur yang akan dilakukan di wilayah selatan Garut merupakan bentuk keseriusan Pemkab Garut dalam upaya mendorong dilaksanakannya pemekaran Garut Selan dari Kabupaten Garut. Ia menilai Garut Selatan memang sudah layak menjadi daerah otonomi baru (DOB) karena memang telah memenuhi berbagai persyaratan sebagaimana yang telah ditentukan.

Dikatakannya, infrastruktur yang segera akan dibangun di wilayah selatan di antaranya pendopo dan rumah sakit. Untuk pendopo akan dibangun di wilayah Kecamatan Mekarmukti yang telah ditetapkan sebagai ibu kota dan pusat pemerintahan Kabupaten Garut Selatan. 

"Sedangkan untuk rumah sakit, kita akan bangun di wilayah Kecamatan Bungbulang. Hal ini bertujuan untuk lebih memudahkan warga yang ada di wilayah barat Garut selatan dalam menadapatkan pelayanan kesehatan karena untuk yang ada di wilayah timur sudah ada Rumah Sakit Pameungpeuk," ujar Helmi di ruang kerjanya, Jumat 9 Agustus 2019.

Menurutnya, pembangunan pendopo Garut Selatan ini akan mulai dilaksanakan tahun 2020 yang lokasinya tak jauh dari kawasan Masjid Al Jabar yang dibangun Pemprov Jabar. Keberadaan pendopo dianggap sangat penting karena akan menjadi simbol pemerintahan sehingga harus dibangun secepatnya.

Masih di sekitar lokasi yang sama tutur Helmi, juga akan dibangun kawasan pemerintahan. Lokasi itu dianggap sangat cocok karena pendopo dan pusat pemerintahan juga bisa mendampingi Masjid Al Jabar.

Sangat memadai

Ditanya terkait persyaratan pembentukan DOB, Helmi menilai Garut Selatan sudah sangat memadai. Selain jumlah penduduknya yang telah mencapai 600 ribu jiwa, luas wilayahnya pun memanjang dari barat ke timur.

Disampaikannya, upaya pembangunan infrastruktur di wilayah selatan juga sekaligus sebagai upaya pemerataan pembangunan. Jika sudah ada fasilitas infrastruktur yang memadai, tentu tidak akan begitu repot lagi ketika pemekaran akan dilaksanakan.

"Tak hanya disiapkan dalam segi pembangunan infrastrukturnya saja, kita juga dukung dengan sektor pendidikannya mulai dari SD sampai perguruan tinggi. Ada beberapa upaya juga dari masyarakat untuk mendirikan sekolah dan kampus di wilayah selatan dan itu tentu sangat baik," katanya.

Di sisi lain Helmi mengakui jika saat ini masih banyak ruas jalan di wilayah selatan Garut yang kondisinya rusak. Namun Pemkab tidak tinggal diam dalam menyikapi hal ini dan selama ini pembenahan terus dilakukan, contohnya Jalan Peundeuy menuju Desa Maroko, Cibalong. 

Menurutnya, keberadaan jalan yang mulus akan sangat berpengaruh terhadap taraf perekonomian warga. Hal ini dikarenakan akses warga menjadi lebih mudah sehingga aktivitas bisa berjalan dengan baik dan tak perlu mengeluarkan biaya transport yang tinggi. 

Lebih terjamin

Begitu juga halnya dengan mutu pendidikan dan kesehatan masyarakat yang menurut Helmi juga akan lebih terjamin ketika kondisi jalan di suatu daerah sudah baik. Dengan alasan itulah Helmi bertekad untuk terus berupaya melakukan pembenahan terhadap jalan-jalan yang kini kondisinya masih rusak dan banyak terdapat di wilayah selatan Garut.

"Semuanya harus kita persiapkan dari sekarang. Jadi ketika nanti mau dilaksanakan pemekaran, maka tak akan terlalu berat karena fasilitasnya sudah ada dan baik," ucap Helmi kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.

Lebih jauh diungkapkannya, untuk masalah sumber daya manusia (SDM), saat ini memang masih ada kekurangan yakni keberadaan aparatur sipil negara (ASN). Namun Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Garut pun saat ini tengah menyiapkan sumber daya bagi Garut Selatan.

Helmi mencontohkan, kekurangan SDM berupa ASN saat ini salah satunya terjadi di wilayah Kecamatan Cibalong. Untuk tenaga guru saja, saat ini di satu sekolah rata-rata hanya ada satu yang sudah PNS, sisanya kebanyakan berstatus honorer.

Sedangkan untuk membantu PAD, Helmi melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan di Garut Selatan. Sektor pariwisata merupakan salah satu potensi yang sangat berpeluang untuk dioptimalkan sehingga bisa menghasilkan PAD yang besar.***

Bagikan: