Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Cerah berawan, 31.2 ° C

Seorang Jemaah Haji Asal Pangandaran Dirujuk ke Rumah Sakit

Agus Kusnadi
JEMAAH melakukan shalat Jumat di Masjidil Haram dibawah suhu lebih dari 40 derajat celcius di Mekkah, Arab Saudi, Jumat, 12 Juli 2019. Jamaah mulai berdatangan dari berbagai negara untuk melaksanakan ibadah Haji 1440 Hijriah.*/ANTARA
JEMAAH melakukan shalat Jumat di Masjidil Haram dibawah suhu lebih dari 40 derajat celcius di Mekkah, Arab Saudi, Jumat, 12 Juli 2019. Jamaah mulai berdatangan dari berbagai negara untuk melaksanakan ibadah Haji 1440 Hijriah.*/ANTARA

ARAB SAUDI, (PR).- Kabar dari Makkah menyebutkan jika ada dua calon jemaah haji asal Pangandaran yang dirawat di rumah sakit. Menurut informasi dari Tim Petugas Pendamping Haji Indonesia Kabupaten Pangandaran, Suheryana, keduanya sudah kembali ke hotel bergabung dengan jemaah calon haji lainnya. 

"Tapi ada satu orang masih harus infus di dalam kamar hotelnya. Namun kemarin malam ada satu calon haji lagi yang sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit," ungkap Suheryana melalui media videocall, Jumat, 9 Agustus 2019.

Dia yang juga sebagai Asisten III di Pemkab Pangandaran yang ikut menjadi petugas pendamping mengatakan, dirinya memprediksi ada sekitar 56 orang calon haji asal Pangandaran yang dibadaikan pada saat pelaksanaan lontar jumrah. Bahkan ada empat orang yang memiliki penyakit jantung disarankan juga dibadalkan pada saat lontar jumrah dan hanya boleh hadir di Armuzna. Suheryana menjelaskan dibadaikan itu adalah pelontaran jumrah yang diwakilkan kepada orang lain.

"Kamis kemarin kami melakukan packing barang untuk mempersiapkan puncak ibadah haji ke Arafah. Lalu Muzdalifa dan Mina dari tanggal 9 sampai 12 Djulhijah," katanya, seraya dirinya menambahkan, para jemaah calon haji sudah berangkat ke Arafah pada pukul 08.00 waktu Arab Saudi. 

Kabar jamaah haji lansia asal Pangandaran meninggal, TPIH: itu hoaks

Kabar meninggalnya jamaah haji asal Pangandaran yang beredar di media sosial WhatsApp, Kamis, 8 Agustus 2019 kemarin itu tidak benar. Tim Petugas Haji Indonesia Kabupaten Pangandaran H. Hasan Mukti mengatakan foto yang beredar tersebut tidak benar dan sudah dipastikan hoaks.

Kata dia, foto beredar dua jamah haji lansia suami istri asal Pangandaran meninggal dunia itu tidak benar sebagaimana dikofirmasikan langsung kepada pihak Kementerian Agama Kab Pangandaran, dirinhya menegaskan tidak ada jamaah haji asal Pangandaran yang meninggal dunia. “Jadi saya pastikan itu foto tersebut hoax, alhamdulillah semua jamaah haji Pangandaran tidak ada yang meninggal dunia sampai saat ini, foto jamaah haji tersebut sepertinya bukan dari Pangandaran, adapun ada jamaah haji yang dirawat karena sakit itu sudah kembali,” ujarnya.

Sementara, mengenai kondisi jamaah haji kloter 45 Pangandaran menjelang puncak ibadah haji Armuzna, dirinya menyebut ada 1 jamaah yang masuk Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. “Ada 1 orang calon haji asal Pangandaran yang masuk KKHI tadi malam, sementara terkait teknis pemberangkatan ke Armuzna, kloter 45 yang tergabung di Maktab 46 diberangkatkan hari ini dimulai pada pukul 08.30 WAS secara bertahap” jelasnya.***

Bagikan: