Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 22.4 ° C

Resmikan Pembangunan RS Malangbong, Bupati Emosi

Tim Pikiran Rakyat
BUPATI Garut, Rudy Gunawan memeriksa kondisi bangunan Rumah Sakit Malangbong tahap satu. Rudy sempat berang karena pembangunan rumah sakit itu molor satu tahun.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN
BUPATI Garut, Rudy Gunawan memeriksa kondisi bangunan Rumah Sakit Malangbong tahap satu. Rudy sempat berang karena pembangunan rumah sakit itu molor satu tahun.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

MALANGBONG, (PR).- Ungkapan kekecewaan atas hasil pembangunan proyek di Kabupaten Garut kembali dilontarkan Bupati Garut, Rudy Gunawan. Ia pun kembali mengaku kecewa dengan hasil pembangunan proyek yang dinilainya tidak sesuai ketentuan.

Ungkapan kekecewaan Bupati kali ini ditujukan untuk hasil pembengunan proyek Rumah Sakit Malangbong tahap pertama. Hal ini dikarenakan pembangunannya yang menurutnya molor hingga satu tahun lamanya dari jadwal yang telah ditentukan.  

"Pembangunan Rumah Sakit ini telah molor hingga satu tahun. Saya sebenarnya malas datang ke sini lagi," ujar Rudy dengan nada tinggi saat ditemui seusai acara peletakan batu pertama pembangunan tahap dua Rumah Sakit Malangbong, Kamis 8 Agustus 2019.

Diakui Rudy, kekecewaannya kian mejadi-jadi manakala melihat kondisi bangunan RS Malangbong yang sudah banyak yang rusak seperti plafon dan tembok yang sudah retak. Hal ini menurutnya karena bangunan tersebut selama satu tahun dibiarkan begitu saja setelah dibangun.

Selain kondisi plafon dan tembok yang rusak, Rudy juga menyoroti pintu yang dinilainya tak sesuai spek. Iapun meminta agar pintunya kembali diganti dan jika pihak rekanan tak sanggup, dirnya akan menyediakan pintunya.

"Tuh pintunya juga tak sesuai. Ganti pintunya, jika tidak, nanti saya kasih lah," katanya.

Ganti konsultan

Dalam kesempatan itu Rudy juga menyebutkan jika Kejari Garut dan BPK telah turun untuk memeriksa bangunan rumah sakit tersebut. Kepada Dinas Kesehatan, Rudy meminta agar mengganti konsultan pembangunan Rumah Sakit Malangbong.

Ia menyampaikan, pembangunan Rumah Sakit Malangbong telah dimulai sejak 2017 dan pada Januari tahun 2019 ini seharusnya pembangunannya selesai dan sudah diresmikan. Namun pada kenyataannya pada 2018 telah terjadi gagal lelang yang tentunya telah menghambat pembangunannya hingga molor selama satu tahun.

Rudy pun menyalahkan Dinas Kesehatan yang menyebabkan molornya pembangunan rumah sakit tersebut. Ia menilai kerja Dinas Kesehatan memang sudah biasa terlambat.

Rumah Sakit Malangbong ini, tutur Rudy, dibangun dua lantai dengan kapasitas 60 bed atau tempat tidur pasien. Untuk saat ini rumah sakit ini memang masih tipe D akan tetapi ke depannya akan berkembang menjadi tipe C. 

"Rumah Sakit Malangbong ini ditargetkan sudah bisa beroperasi pada Januari 2020. Namun sayangnya pembangunannya malah molor selama satu tahun karena terjadi gagal lelang tahun lalu," ucap Rudy.

Menurut Rudy, keberadaan rumah sakit di Malangbong ini sangat penting agar bisa melayani kesehatan warga Garut yang ada di wilayah utara seperti Limbangan, Selaawi, Kersamanah, Cibatu, Malangbong dan wilayah sekitarnya. Oleh karenanya sejak awal ia berharap agar rumah sakit ini sudah bisa beroperasi awal tahun 2019 ini. 

Dua tahap

Ditanya terkait besaran anggaran untuk pembangunan kontruksi Rumah Sakit Malangbong ini, diungkapkan Rudy pihaknya telah menyiapkan sebesar Rp 8 miliar. Namun pda pelaksanaannya penyaluran anggaran dibagi dalam dua tahap, 2017 sbesar Rp 4 miliar dan tahun ini juga Rp 4 miliar.

Rumah sakit ini tambahnya, nantinya akan menjadi rujukan dari Puskesmas. Mengingat cukup luasnya wilayah Garut utara serta banyaknya warga yang harus mendapat layanan kesehatan, Rudy menilai di wilayah utara juga perlu adanya rumah sakit yang lain yang didirikan pihak swasta.

"Anggaran sebesar Rp 8 miliar itu khusus untuk pembangunan kontruksi rumah sakitnya. Sedangkan untuk alat kesehatan (alkes), Rkita telah mendapatkan bantuan dari Pemprov Jabar sebesar Rp 7 miliar," kata Rudy kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.

Lebih jauh disamapaikan Rudy, di Kabupaten Garut idealnya terdapat 3000 bed sedangkan saat ini yang ada baru hanya 1200 bed. Untuk memenuhi kekurangannya, Pemkab Garut akan kembali membangun rumah sakit lainnya di antaranya di wilayah Kecamatan Bungbulang.*** 

Bagikan: