Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya berawan, 28.1 ° C

Polisi Ciamis Amankan Ratusan Botol Ciu dari Seorang Ibu Rumah Tangga

Nurhandoko
KAPOLRES Ciamis Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bismo Teguh Prakoso memberikan keterangan soal penjualan minuman keras jenis ciu, pengungkapan kasus sabu-sabu dan penyalahgunaan obat daftar G, Jumat, 9 Agustus 2019, di Mapolres Ciamis. Didampingi Kasat narkoba AKP Darli dan Humas Polres Iptu Iis Yeni Idaningsih, Bismo mengungkapkan masih mengembangkan penanganan kasus tersebut.*/NURHANDOKO/PR
KAPOLRES Ciamis Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bismo Teguh Prakoso memberikan keterangan soal penjualan minuman keras jenis ciu, pengungkapan kasus sabu-sabu dan penyalahgunaan obat daftar G, Jumat, 9 Agustus 2019, di Mapolres Ciamis. Didampingi Kasat narkoba AKP Darli dan Humas Polres Iptu Iis Yeni Idaningsih, Bismo mengungkapkan masih mengembangkan penanganan kasus tersebut.*/NURHANDOKO/PR

CIAMIS,(PR).- Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Ciamis mengamankan 152 botol minuman oplosan jenis ciu,dari seorang ibu rumah tangga. Pemilik barang, DH (27), mengaku ciu tersebut dibeli dari  seorang bandar minuman keras di wilayah Solo, Provinsi Jawa Tengah, yang saat ini masih dalam pengejaran.

“Begitu mendapatkan informasi pengiriman dan penerimaan minuman keras ciu disebuah bengkel milik DH, anggota langsung melakukan penangkapan. Kami juga masih memburu penyuplai minuman ciu yang dikemas botol plastik transparan tersebut,” tutur Kapolres Ciamis Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bismo Teguh Prakoso, Jumat, 9 Agustus 2019.

Bismo yang didampingi Kasat Narkoba Ajun Komisaris Polisi (AKP) Darli dan Humas Polres Iptu Iis Yeni Idaningsih mengungkapkan, DH ditangkap di bengkel motor miliknya yang berada di wilayah Cisadap, Desa Sindangbarang, Kecamatan Panumbangan. DH membeli ciu tersebut dari Ag di wilayah Solo sebanyak 15 dus masing-masing berisi 24 botol  kemasan 600 mililiter.

Kepada petugas, DH sudah dua bulan menjual sekaligus mengedarkan ciu. Barang tersebut dijual di sekitar wilayah Kecamatan Panumbangan. “Pemilik membeli dengan harga Rp 15.000 per botol, kemudian dijual Rp 20.000, dengan demikian sekali transaski DH mendapat keuntungan sebesar Rp 1,8 juta. Kami juga masih memburu Ag,” katanya.

Selaku pengedar DH dijerat dengan pasal 204 ayat (1) KUHP jo pasal 62 ayat (1) UU nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen dengan acaman hukuam pidana penjara 5–15 tahun dan denda Rp 2 miliar.

Selain peredaran kasus ciu, Bismo mengatakan saat ini tengah menangani pengedaran sediaan farmasi jenis obat keras tramadol. Dari pelaku berinisial IF (23) seorang mahasiswa di Tasikmalaya, berhasil diamankan delapan strip tramadol (80 butir).

Yang bersangkutan ditangkap ketika sedang duduk di sepeda motor di Jalan Kalapanunggal, Kecamatan Sindangkasih. Polisi yang curiga kemudian menghampiri IF, Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan delapan strip tramadol.

Selain menangani kasus tramadol, polisi Ciamis juga tengah menangani penyalahgunaan obat hexymer, dari seorang nelayan warga Kabuaten Pangandaran berinisial SR (39). Selama ini yang bersangkutan mengaku hanya mengedarkan di wilayah Pangandaran saja. Dari tangan SR diamankan 40 butir pil hexymer yang diemas dalam 4 plastik berisi 10 butir.

“Kami juga menangkap dua orang pengguna sekaligus pengedar sabu-sabu. Dari tangan DS dan GS, petugas mengamankan dua bungkus plastik bening seabu-sabu seberat 1,01 gram. Plastik tersebus disembunyikan di dalam kemasan bungkus rokok,” ungkap Bismo.***

Bagikan: