Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Benur Lobster Hasil Sitaan Pelaku Penyelundupan di Lampung Dilepasliarkan di Pangandaran

Tim Pikiran Rakyat
PETUGAS dari TNI AL sedang melepasliarkan beberapa benur lobster hasil sitaan dari pelaku penyelundupan di Lampung, di pantai barat Pangandaran, Kamis, 8 Agustus 2019. Total, ada sebanyak 57.003 ekor benur lobster yang dilepasliarkan.*/AGUS KUSNADI/KP
PETUGAS dari TNI AL sedang melepasliarkan beberapa benur lobster hasil sitaan dari pelaku penyelundupan di Lampung, di pantai barat Pangandaran, Kamis, 8 Agustus 2019. Total, ada sebanyak 57.003 ekor benur lobster yang dilepasliarkan.*/AGUS KUSNADI/KP

PANGANDARAN,(PR).- Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) kembali melepasliarkan benur lobster hasil sitaan di perairan pantai Pangandaran. Ada sebanyak 57.003 ekor benur lobster yang dilepasliarkan.

Benur lobster itu telah disita sebelumnya dari para pelaku penyelundupan. Semuanya pun dilepasliarkan pada Kamis, 8 Agustus 2019, di perairan Karangluhur, patai barat Pangandaran.

Kali ini, BKIPM melakukannya bekerjasama dengan pihak terkait. Ada anggota TNI Angkatan Laut, Satuan Polair, Dinas Kelautan, Perikanan Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran, serta Kelompok Masyarakat Pengawas.

Komandan Pos TNI Angkatan Laut Pangandaran, Kapten Laut Toto Sukarto, mengatakan, dari 57.003 ekor benur lobster tersebut, terdapat dua jenis lobster. Kedua jenis itu adalah lobster mutiara dan lobster pasir. 

"Kita melepasliarkan puluhan ribu benur lobster tersebut dengan perahu nelayan," ujar Toto, seperti dilaporkan Agus Kusnadi dari Kabar Priangan.

SELURUH petugas yang melepasliarkan 57.003 benur lobster hasil sitaan dari pelaku penyelundupan di Lampung. Pelepasliaran dilakukan di pantai barat Pangandaran, Kamis, 8 Agustus 2019.*/AGUS KUSNADI/KP

Benur lobster yang dilepasliarkan merupakan hasil sitaan Bareskrim Polri dari tersangka penyelundup di Lampung

Sementara, menurut Kepala Seksi BKIPM Lampung, Muji Dwi Saptono, benur lobster tersebut merupakan hasil tangkapan dan penyitaan dari kerja sama antara Bareskrim Polri dan BKIPM Lampung. Penangkapan dan penyitaan itu dilakukan di salah satu gudang para bandar di Kalianda, Provinsi Lampung.

"Total keseluruhannya ada 57.203 ekor, namun yang dilepasliarkan di Pangandaran cuma 57.003 ekor benur lobster saja. Karena, untuk yang 200 ekor lagi akan dijadikan sebagai barang bukti," kata Muji ketika mengikuti kegiatan pelepasliaran itu di pantai barat Pangandaran.

Menutut Muji, benih lobster tersebut disita dari 12 orang tersangka. Keseluruhannya berada di tiga gudang pengepul yang berbeda di sekitar Kalianda Lampung.

"Saat ini masih dalam pengembangan penyidik Bareskrim Polri," ujar Muji.***

Bagikan: