Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 28.1 ° C

Bawa 7 Senjata Tajam, 5 Pelajar SMP Ditangkap

Tommi Andryandy
ILUSTRASI kekerasan.*/DOK. PR
ILUSTRASI kekerasan.*/DOK. PR

CIKARANG, (PR).- Kepolisian Sektor Cikarang menangkap lima pelajar sekolah menengah pertama. Mereka ditangkap setelah membawa tujuh senjata tajam berupa empat bilah celurit serta tiga gergaji besar yang digunakan untuk es balok.

Kelima pelajar tersebut yakni IH (14), MFR (14), AD (14), NA (14) dan RD (14). Dari hasil pemeriksaan, mereka mengakui senjata tersebut digunakan untuk menyerang salah satu sekolah yang tengah berulang tahun.

“Ini tentu sangat ironis, saat anak SMP justru ditemukan bawa senjata tajam. Total ada 7 senjata tajam dan dari hasil interogasi, rencananya senjata tajam itu akan digunakan untuk tawuran dengan pelajar dari SMP lain yang sedang merayakan ulang tahun sekolah,” kata Kepala Polsek Cikarang, Komisaris Sujono, Kamis, 8 Agustus 2019.

Diungkapkan Sujono, penangkapan kelima pelajar itu berawal dari Kepala Unit Lantas Polsek Cikarang, Iptu Suparto dan anggotanya, Bripka Edi tengah mengatur lalu lintas di Simpang SGC, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara.

Ketika itu, petugas melihat ada tiga sepeda motor yang pengendaranya tidak menggunakan helm. Dua sepeda motor yang dikendarai lima orang pelajar yang diamankan. Sementara satu sepeda motor lainnya yang dikendarai oleh dua orang pelajar berhasil meloloskan diri.

“Senjata tajam itu diduga kuat akan digunakan para pelajar untuk melakukan aksi tawuran dan dari pengakuannya, memang mereka hendak berbuat tindakan melanggar hukum,” ucap dia.

Sujono mengaku sangat menyayangkan banyaknya peljar yang mencoba meraih kebanggaan diri dengan cara yang salah. “Sebagai pelajar, semestinya mengejar prestasi yang bisa jadi kebanggaan orang tua, guru dan lingkungan. Meraih kebanggan diri bukan dengan pamer kekuatan lewat tawuran, tapi melalui prestasi,” ucapnya.

Selanjutnya, kelima pelajar beserta tujuh senjata tajam dan dua sepeda motor diamankan di Mapolsek Cikarang. “Mereka kami data lalu diberikan pembinaan terlebih dahulu sebelum diserahkan kepada pihak orang tua serta guru. Selain itu, mereka juga kami minta untuk membuat surat peryataan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. Jika memang hal itu mereka lakukan, tindakan hukum akan kami lakukan,” kata dia.***

Bagikan: