Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya berawan, 20.5 ° C

Bakar Daun Kering, Lahan dan Hutan Ikut Hangus

Nurhandoko
PETUGAS pemadam kebakaran bersama Badan Penggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ciamis berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Rabu 7 Agustus 2019.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR
PETUGAS pemadam kebakaran bersama Badan Penggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ciamis berupaya memadamkan api yang membakar lahan di Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing, Rabu 7 Agustus 2019.*/NURHANDOKO WIYOSO/PR

CIAMIS,(PR).- Kebakaran lahan kembali melanda tatar galuh Ciamis, kali ini  Rabu, 7 Agustus 2019 kebakaran melanda kebun milik warga di wilayah Desa Kertaharja, Kecamatan Cijeungjing. Sejak awal bulan Agustus setidaknya sudah terjadi enam kasus kebakaran, tiga menghanguskan lahan dan hutan serta tiga rumah penduduk. 

Pantauan di lokasi kebakaran di Dusun Sarayuda, Desa Kertaharja kobaran api terlihat pukul 13.30 WIB. Kobaran api dengan cepat merambat pohon bambu, tanaman lain serta limbah aci kawung  yang mengering akibat kemarau. Tiupan angin juga ikut memercepat penyebaran merambatnya kobaran api. 

Kobaran api yang berada di lereng tersebut sempat merambat naik hingga atas hingga mengancam empat rumah warga yang jaraknya hanya sekitar 5 – 10 meter dari titik api. Beruntung warga dengan sigap melokalisasi kobaran api hingga tidak sampai menjalar ke rumah. 

Selang tidak begitu lama mobil pemadam kebakaran Ciamis langsung datang ke lokasi , berupaya memadamkan kobaran apai yang terus membesar. Sementara itu dua unit mobil tanki penyuplai air milik BPBD dan PDAM juga dikerahkan untuk melakukan pemadaman. 

Kebakaran itu dipicu ketika ada warga yang membakar sampah dedaunan kering. Setelah membakar yang bersangkutan pulang ke rumah. Ternyata api dedauanan tersebut menjalar ke daun kering di sekitaranya hingga merambat ke pohon bambu dan lainnya.

“Saya lihat asap mengepul, ketika dilihat kobaran api sudah sangat besar. Saya bersama warga mencoba melokalisasi kobaran api yang sudah nyaris membakar rumah yang paling dekat dengan titik api. Airnya dari kolam tidak jauh dari tempat tersebut,” ungkap Aop (36) warga Sarayuda.

Tiupan angin

Dia menambahkan akibat tiupan angin kencang kobaran api dengan cepat merambat ke pohon lain di sekitarnya yang mulai mengering.  Warga mencoba memadamkan kobaran api dengan air yang diambil dari kolam. Mereka juga sempat beberapa kali berpindah-pindah menghindari kepulan asap tebal dan panas. Aop juga mengungkapkan, warga yang sebelumnya membakar sampah ikut datang ke lokasi sembari membawa ember, akan tetapi langsung pingsan begitu melihat kobaran api sangat besar.  

“Asap sangat tebal, beberapa kali pindah tidak kuat menahan embusan asap panas. Kobaran api juga cukup sulit dipadamkan, terutama yang membakar limbah aci kawung. Beruntung datang mobil damkar,” tuturnya.

Terpisah Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ciamis Ani Supiani mengatakan sejak awal Bulan Agustus hingga saat ini tercatat enam kali kebakaran, tiga kebakaran lahan , kebun serta tiga kasus kebakaran rumah.

Kebun yang terbakar yakni lahan di Blok Legok Nyenang Desa Bahara, Kecamatan Panjalu, kebun Cisaar di Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, serta terakhir kebun di Desa Kertaharja, Kecamatan Cijueungjing. Sedangkan tiga rumah yang ludes terbakar yakni milik Usup warga Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, rumah Hadijah (80) di Desa Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing, , serta rumah Herli ( 53) Desa/Kecamatan Cimaragas.

“Pemicu kebakaran karena tungku yang ditinggal, serta lilin. Korban merasa tungkunya sudah dipadamkan, akan tetapi pemadamannya tidak sempurna, api kembali menyala hingga membakar rumah,” tutur Ani.***

Bagikan: