Pikiran Rakyat
USD Jual 14.075,00 Beli 14.173,00 | Umumnya cerah, 32.6 ° C

Angin Puting Beliung Terbangkan Sejumlah Benda, Warga Limbangan Panik

Tim Pikiran Rakyat
Ilustrasi.*/DOK PR
Ilustrasi.*/DOK PR

GARUT, (PR).- Terjangan angin puting beliung yang melanda sebagian wilayah Kecamatan Limbangan, Selasa 6 Agustus 2019 membuat panik warga setempat. Warga pun berlarian untuk menyelamatkan diri dari terjangan angin yang datang secara tiba-tiba tersebut.

"Tadi memang ada angin puting beliung yang menerjang kawasan Limbangan. Anginnya cukup besar hingga membuat warga panik dan ketakutan," ujar salah seorang warga, Agus Komte (29).

Dikatakannya, dirinya tidak tahu pasti daerah mana saja yang terkena terjangan angin puting beliung saat itu. Hanya yang diketahuinya, terjangan angin puting beliung melanda wilayah Desa Limbangan Timur serta sebagian jalan utama Garut-Tasikmalaya.

Menurut Agus, terjangan angin puting beliung terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Pusaran angin yang datang dari timur itu terus melaju ke arah barat dan menerjang semua benda yang dilaluinya. 

Suasana saat itu pun diakui Agus menjadi sangat mencekam. Suara sapuan angin yang begitu kencang serta suara benda-benda yang tersapu angin cukup membuat nyali ciut. Belum lagi pemandangan mengerikan dimana benda-benda yang tersapu angin ikut beterbangan bersama debu dan sampah hingga membentuk pusaran yang didominasi warna hitam.

"Saya lihat saat itu warga sedang ramai beraktivitas, begitu pun di jalan sedang banyak kendaraan yang melintas. Pada akhirnya mereka semua terlihat panik dan ketakutan begitu pusaran angin yang disertai suara menderu cukup kencang melanda dan para pengendara kendaraan pun lbeih memilih menghentikan kendaraannya," katanya.

Teriakan dan tangisan

Suasana tambah Agus, kian terasa mencekam manakala sejumlah warga berlarian mencari tempat yang lebih aman. Apalagi saat itu juga terdengar suara teriakan dan tangisan anak-anak yang ketakutan.

Dirinya sendiri, menurut Agus, saat itu berada di daerah yang kebetulan tak terlintasi puting beliung. Namun demikian kepanikan sempat juga dirasakannya manakala melihat pusaran angin yang kian mendekat dan  melihat orang-orang berlarian. 

Adanya terjangan angin puting beliung juga dibenarkan Tika Nurhayati (46), guru di SMAN 13 Garut. Diakuinya, ia sendiri tak melihat langsung terjangan angin puting beliung hanya sempat melihat pepohonan bergerak dengan cepat akibat kencangnya tiupan angin.

"Saat itu saya kebetulan sedang berada di dalam kelas yang lokasinya paling ujung. Saya heran karena melihat pepohonan meliuk-liuk kencang karena tertiup angin," ucap warga Jalan Bunisari, Desa Limbangan Tengah ini.

Sepulangnya dari sekolah, tutur Tika, iapun mendengar cerita banyak orang terkait terjangan angin puting beliung yang melanda wilayah Limbangan. Peristiwa itu terjadi di sekitar Rumah sakit Al Yamin, tak jauh dari kantor Polsek Limbangan.

"Setibanya di rumah, kerabat saya juga bilang kalau di sekitar rumah juga tadi sempat ada terjangan angin puting beliung tapi tak sehebat yang terjadi di dekat Rumah sakit Al Yamin. Tak lama kemudian sayapun mendapatkan kiriman video saat puting beliung menerjang dari sejumlah teman," ucapnya kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.

Hingga berita ini dibuat, belum ada keterangan dari pihak terkait mengenai dampak dari terjangan angin puting beliung yang melanda sebagian wilayah Kecamatan Limbangan tersebut.*** 

Bagikan: