Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 22.1 ° C

Tumpukan Sampah di Sungai Ciwalen Sebarkan Bau Menyengat

Tim Pikiran Rakyat
TUMPUKAN sampah di aliran Sungai Ciwalen, Kecamatan Garut Kota dikeluhkan warga karena dianggap sangat mengganggu bahkan dikhawatirkan menimbulkan penyakit.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN
TUMPUKAN sampah di aliran Sungai Ciwalen, Kecamatan Garut Kota dikeluhkan warga karena dianggap sangat mengganggu bahkan dikhawatirkan menimbulkan penyakit.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

GARUT, (PR).- Warga yang tinggal di sekitar aliran Sungai Ciwalen, Kecamatan Garut Kota, mengeluhkan banyaknya tumpukan sampah di sungai. Hal ini dianggap sangat mengganggu karena menimbulkan bau tak sedap yang sangat menyengat yang dikahawatirkan bisa menimbulkan penyakit.

Banyaknya warga yang mengeluh dengan banyaknya tumpukan sampah di aliran Sungai Ciwalen dibenarkan Dadang, Ketua RT 04 RW 08, Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota. Menurutnya hal ini sudah berlangsung lama dan dianggap sangat mengganggu kenyamanan warga.

"Sudah lama warga di sini mengeluhkan tumpukan sampah di aliran Sungai Ciuwalen ini. Bukan hanya merusak pmandangan tapi juga menimbulkan polusi yang sangat mengganggu," ujar Dadang, Selasa 6 Agustus 2019.

Keberadaan tumpukan sampah itu, diakui Dadang, menimbulkan bau yang sangat menyengat. Ini tidak hanya membuat warga merasa tak nyaman akan tetapi juga khawatir dengan dampak yang bisa ditimbulkannya termasuk kemungkinan akan menyebabkan penyakit.         

Menurutnya, tanpa tumpukan sampah pun dari Sungai Ciwalen ini sudah menimbulkan bau tak sedap akibat adanya limbah kulit yang dibuang ke sana. Kini kondisinya diperparah lagi dengan menumpuknya sampah sehingga bau menyengat yang tercium warga kian santer dan sudah benar-benar sangat mengganggu.

Dadang menuturkan, penderitaan warga sekitar akibat banyaknya tumpukan sampah dan limbah kulit di aliran Sungai Ciwalen ini sebenarnya sudah berlangsung sejak lama. Anehnya lagi, meski hal ini sudah berulangkali disampaikan, akan tetapi belum ada tindakan nyata dari Pemkab Garut dalam menyikapi hal itu.

"Selama ini warag di sini begitu menderita. Jika musim hujan selalu jadi korban banjir akibat luapan air Sungai Ciwalen yang tersumbat akibat banyaknya sampah. Sedangkan pada musim kemarau eperti ini, kami juga dibuat tak nyaman dengan menyengatnya bau yang sangat tak sedap dari sungai," katanya.

Dadang mengaku khawatir jika hal ini terus dibiarkan, lama-lama akan menimbulkan dampak yang lebih parah, salah satunya munculnya penyakit. Bahkan menurutnya, selama ini sudah cukup banyak warga yang mengidap penyakit pernapasan yang dikhawatirkan dampak dari limbah dan sampah dari sungai.

Selain warga tambahnya, ketidaknyamanan akibat menyengatnya bau busuk dari tumpukan sampah dan limbah yang ada di aliran Sungai Ciwalen menurut Dadang juga dirasakan anak-anak yang sekolah di Pesantren Persatuan Islam. Kegiatan belajar mengajar di pesantren tersebut tak jarang terganggu juga dengan hal tersebut.

Dadang meminta Pmekab Garut segera melakukan langkah-langkah guna menangani penumpukan sampah dan limbah kulit di sepanjang aliran Sungai Ciwalen. Selama ini warga sudah berupaya membersihkannya dengan cara bergotong royong akan tetapi tumpukan sampah dan limbah selalu saja ada lagi. 

"Ini tak bisa lagi dengan hanya mengandalkan penanganan warga tapi sudah harus ada keterlibatan pemerintah. Jika dibiarkan terus, dampaknya akan sangat berbahaya bagi kesehatan sehinggga kami minta Pemkab Garut segera turun tangan," ucap Dadang kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.***    

Bagikan: