Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Cerah berawan, 31.2 ° C

Selain Besek, Daun Jati Jadi Alternatif Pembungkus Daging Kurban Pengganti Plastik

Tim Pikiran Rakyat
KETUA DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mencontohkan cara membungkus daging dengan daun jati.*/ANTHIKA ASMARA
KETUA DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mencontohkan cara membungkus daging dengan daun jati.*/ANTHIKA ASMARA

BANDUNG, (PR).- Selain besek, daun jati dianggap sebagai solusi pengurangan sampah plastik saat pembagian daging kurban. Penggunaan besek dan daun jati diharapkan bisa menggantikan pemakaian kantong plastik yang sudah berlangsung berpuluh tahun untuk pembungkus daging kurban.

Ketua DPD Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, penggunaan daun jati sebagai pembungkus daging sudah diajarkan orang tua bahkan menjadi bagian dari tradisi masyarakat Jawa Barat. Selain efektif dalam menjaga lingkungan, dengan daun jati, kualitas daging lebih terjaga.

"Bukan hanya efektif membungkus, hawa harum dari daunnya memberikan efek terhadap daging serta mampu menjaga kualitas daging," kata Dedi Mulyadi, Senin 5 Agustus 2019 kepada wartawan Galamedianews Anthika Asmara.

Menurut Dedi Mulyadi, Pemerintah Daerah harus membuat regulasi penggunaan kantong plastik di antaranya untuk mengatur penggunaan daun sebagai pembungkus daging kepada para pedagang.

"jangan sampai hanya saat momentum kurban, tapi buat regulasi agar penggunaan daun sebagai pembungkus digunakan untuk keseharian", kata dia.

Adanya regulasi tersebut akan memberi dampak positif terhdap lingkungan, apalagi menurut Dedi Mulyadi, penggunaan plastik hari ini sudah berada di tingkat yang mengkhawatirkan.

"Selama ini plastik menjadi masalah keseharian kehidupan masyarakat, bahkan sampai tingkat berbahaya bagi lingkungan. Di rumah, tidak pernah lepas dari plastik, selokan, sungai besar, bahkan di laut, sampah plastik sudah mengkhawatirkan dan gampang kita temui," ucap dia.

Selain memberikan efek positif bagi lingkungan, penggunaan daun jati bisa membangun kreatifitas masyarakat terutama anak-anak sekolah. Selama ini, daun jati sering kali berserakan dan kurang dimanfaatkan dengan baik.

"Nanti anak-anak sekolah bisa meningkatkan aktifitas yang menghasilkan, tinggal diitung berapa perlembar, plus talinya, jadi bisa dimanfaatkan, lingkungan terjaga, dapat juga keuntungan," kata dia.

Di berbagai wilayah, khususnya di Jawa Barat, banyak terdapat pohon jati seperti di Purwakarta, Indramayu, atau Cirebon. Sehingga, untuk kebutuhan pedagang, menurut dia, bisa tercukupi.

"Mudah mendapatkan daun jati. Hampir di semua wilayah bisa didapatkan. Nanti tinggal dikirim saja, mau ke pasar di Bandung atau Jakarta, satu truk udah banyak," tuturnya.***

Ketof: Dedi Mulyadi mencontohkan pembungkus daging dengan daun jati.

Bagikan: