Pikiran Rakyat
USD Jual 14.116,00 Beli 14.214,00 | Sedikit awan, 25 ° C

Jumlah Rumah Rusak Akibat Gempa Bumi Terus Bertambah

Ahmad Rayadie
BUPATI Sukabumi, Marwan Hamami, meninjau rumah warga yang rusak berat akibat terdampak gempa bumi yang berpusat di Banten, Jumat, 2 Agustus 2019. Bupati berharap warga tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaannya.*/AHMAD RAYADIE/PR
BUPATI Sukabumi, Marwan Hamami, meninjau rumah warga yang rusak berat akibat terdampak gempa bumi yang berpusat di Banten, Jumat, 2 Agustus 2019. Bupati berharap warga tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaannya.*/AHMAD RAYADIE/PR

PALABUHANRATU, (PR).- Rumah warga yang terpapar bencana gempa bumi terus bertambah. Dari pendataan yang dilakukan para relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, terinventrisis  sebanyak 111 unit rumah warga rusak berat, sedang dan ringan.

Sementara itu,  sebanyak 114 kepala keluarga (KK) atau 392 jiwa terdampak bencana gempa bumi. Mereka tersebar di 31 kecamatan yang selama ini kategori rawan bencana gempa bumi. Bahkan 11 KK terpaksa diungsikan. Seluruh penghuni rumah dilarang menempati rumahnya karena terancam ambruk. 

Mereka telah pindah rumah ke kerabat dan warga di sekitarnya. Dan untuk mengantsipasi berbagai kemungkinan sebagian bangunan rumah berketegori rusak berat telah dirobohkan.

"Ada beberapa rumah yang kini tidak layak dan nyaris ambruk terpaksa dirobohkan. Kami khawatir jika terjadi bencana susulan rumah tersebut ambruk dan menimpa penghuni," kata warga Desa Ciherang, Kecamatan Kabandungan, Kadri, Minggu, 4 Agustus 2019.

Dari data BPBD, bertambahnya jumlah rumah rusak akibat bencana gempa bumi setelah para relawan dan petugas kecamatan melaporkan adanya kerusakan. Membengkaknya jumlah rumah rusak setelah melakukan pendataan hingga kebeberapa pelosok kampung dan desa. Dari hasil pendataan terjadi penambahan hampir 30 persen dari data sebelumnya.

"Jumlah terus bertambah dari sebelumnya hanya 73 unit. Setelah petugas melakukan pendataan hingga kepelosok. Setelah dilakukan assesment dan diinventarisir jumlahnya terus bertambah," kata Koordinator  Pusat Pengendalian dan Operasional (Kapusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna.

Dia mengatakan tidak hanya rumah warga. Tapi sejumlah bangunan sekolah terinventarisir yang mengalami kerusakn bertambah menjadi lima unit. "Sedangkan tempat pengajian dan majelis taklim yang rusak kini menjadi empat yang sebelumnya hanya tiga unit," katanya. 

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami meminta agar warga tetap tenang. Hanya saja kewaspadaan harus lebih ditingkatkan." Warga harus lebih meningkatkan kewaspadaan dan tetap tenang," katanya.

Dia sangat menyesalkan dengan hoaks atau informasi palsu yang menyebabkan harga cemas dan gelisah. "Terus terang saya sangat menyesalkan informasi tersebut. Sehingga berdampak pada masyarakat yang bertambah gelisah," katanya.***

Bagikan: