Pikiran Rakyat
USD Jual 14.075,00 Beli 14.173,00 | Cerah berawan, 31.4 ° C

Ada Getaran Gempa, Monyet Berkeliaran di Jalan Raya

Tim Pikiran Rakyat

SEBAGIAN monyet yang turun gunung diduga akibat suhu udara yang memanas.*/DALLY KARILAN/GALAMEDIA
SEBAGIAN monyet yang turun gunung diduga akibat suhu udara yang memanas.*/DALLY KARILAN/GALAMEDIA

SUBANG, (PR).- Petugas yang tengah berjaga dan warga yang biasa berkebun dan memasuki kawasan kaki Gunung Tangkubanparahu, seperti Panaruban dan daerah Curug Cijalu serta Cikole dikejutkan dengan munculnya binatang langka berupa monyet dan lutung. 

Bahkan rombongan binatang tersebut pun sudah terlihat dan mendekati gerbang masuk obyek taman wisata alam (TWA) Tangkubanparahu. Diduga kemunculan monyet dan lutung akibat adanya peningkatan getaran gempa teknonik hingga terjadi erupsi di kawah Gunung Tangkubanparahu.

Spontanitas, petugas yang telah apel siang pun mengabadikannya, termasuk Kapolsek Sagalaherang, AKP Darmono didampingi Danramil, Kapten Inf. Ernawan sempat heran. “Rombongan monyet itu turun sejak pukul 11. 00 Wib dan berkumpul di pinggir jalan serta pohon tidak jauh dari sini,“ katanya. 

Bahkan menurut informasi monyet atau kera berwarna pirang dengan ekor panjang itu kerap menampakkan diri di pinggiran jalan Tanjakan Emen.

Hal ini dibenarkan pegiat lingkungan, Iis Rochayati kalau dirinya sudah sejak Minggu lalu melihatnya sewaktu menelusur jejak yang diduga bekas tapak kaki macan kumbang.  “Memang tidak hanya di bawah, waktu itu ada di seputaran kaki kawah dan biasanya berhubungan dengan fenomena perubahan di Gunung Tangkubanparahu," katanya kepada wartawan Galamedia, Dally Kardilan.

Dijelaskan, fenomena perubahan ini didasarkan pengalaman kalau binatang yang menghuni sebuah kawasan pegunungan sudah mulai turun, patut diduga munculnya  gejala alam yang akan terjadi di gunung tersebut dalam hal ini Tangkubanparahu. "Soal kejadiannya apa, tetapi yang jelas pasca erupsi pertama dan yang paling banyak terlihat setelah semalam kejadian lagi bahkan status peningkatan vulkanik Tangkubanparahu yang semua normal menjadi waspada level I, “kata Iis.

Kepala BPBD Subang, H.Hidayat melalui Kasi Kedaruratan, Darmono Indra membenarkan kalau dirinya sudah sejak pagi berada di lokasi dan terus melakukan pemantauan. “Baru siang tadi saya melihat langsung, bahkan mendekat ke kerumunan petugas gabungan, “katanya sambil menyebutkan, selain dari Polri, TNI dan BPBD juga Tagana dan relawan lainnya tetap siaga di Pos masuk TWA Tangkubanparahu.***

Bagikan: