Pikiran Rakyat
USD Jual 14.027,00 Beli 14.125,00 | Sebagian cerah, 30.5 ° C

Subang Optimistis Jadi Kabupaten Layak Anak Tahun 2020

Tim Pikiran Rakyat
KEPALA DP2KBP3A Kabupaten Subang, dr.H Nunung Suhaeri, MARS saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Perlindungan Anak yang berlangsung sehari di Hotel Betha.*/DALLY KARDILAN/GALAMEDIA
KEPALA DP2KBP3A Kabupaten Subang, dr.H Nunung Suhaeri, MARS saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Perlindungan Anak yang berlangsung sehari di Hotel Betha.*/DALLY KARDILAN/GALAMEDIA

SUBANG, (PR).- Kabupaten Subang salah satu daerah yang tertinggal dalam penilaian Kabupaten/Kota Layak Anak sejak 3 tahun belakangan ini. Namun demikian beberapa penunjang seperti Peraturan Daerah hingga SK Bupati dan penunjang lainnya sudah lengkap dan diharapkan pada tahun 2020 mendatang predikat Layak Anak tingkat pratama diraih.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Subang, dr.H Nunung Suhaeri, MARS usai membuka Rapat Koordinasi Bidang Perlindungan Anak di Hotel Betha Jalan A.Yani, Subang, Kamis 1 Agustrus 2019 membenarkan masalah ini dan sebenarnya predikat itu bukan tujuan utama.

“Kita memang sudah cukup bagus dalam penilaian, tetapi mungkin ada yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan salah satunya hubungan kemitraan dengan media massa, serta masalah lainnya. Walaupun predikat itu bukan tujuan utama dalam membentuk daerah layak anak,“ katanya.

Untuk itu, upaya yang sedang dilakukan DP2KBP3A saat ini dengan membentuk kampung ramah anak di 10 desa. Termasuk bagaimana agar angka kasus kekerasan terhadap anak di Subang ada penurunan atau kasus yang ada segera diselesaikan dan diantisifasi. "Langkah demi langkah itu sudah kita lakukan sejak awal tahun 2019 ini, dengan harapan target kabupaten layak anak tingkat pratama bisa kita dapatkan di tahun 2020 nanti, apalagi beberapa sekolah, tempat dan pengadilan pun sudah layak anak sebagaimana kriteria yang ada," jelas dr.H.Nunung.

H.Nano Suwarno,SH yang baru terpilih kembali sebagai Ketua PWI Kabupaten Subang sangat mendukung sekali upaya yang tengah dilakukan dan sudah ada peningkatan. Bahkan dirinya berharap kepada media massa yang ada untuk ikut menyukseskan dengan pemberitaan, maupun penulisan. “Apalagi dalam menulis suatu masalah yang menyangkut anak, sudah ada pedomannya tersendiri,“ ungkapnya kepada wartawan Galamedia, Dally Kardilan.

Sebagai salah satu pembicara, Nano menjelaskan, kalau Dewan Pers Indonesia yang mengatur terkait pedoman kode etik kewartawanan dan jurnalistik, membuat nota kesepahaman atau MoU dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), terkait kaidah atau aturan dalam penulisan berita terkait anak di bawah umur.

Dengan adanya aturan terkait pemberitaan ramah anak ini wajib diikuti dan dilaksanakan oleh wartawan yang tergabung dalam organisasi profesi kewartawanan baik cetak, elektronik maupun online, apalagi yang masuk anggota PWI.

Kasi Pembinaan dan Kerjasama Lembaga Perlindungan Anak DP2KBP3A, Suhendi mengatakan, rapat yang bertujuan meningkatkan silaturrahmi dan terwujudnya komitmen bersama memenuhi dan melindungi hak hak anak khususnya kluster I, dikuti media, forum anak, gugus tugas kabupaten layak anak dan undangan lainnya.***

Bagikan: