Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 28.1 ° C

Peringatan bagi Pendaki, Gunung Guntur, Papandayan, dan Cikuray Rawan Kebakaran

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI rawan kebakaran hutan di gunung.*/DOK. PR
ILUSTRASI rawan kebakaran hutan di gunung.*/DOK. PR

GAURT, (PR).- Pada musim kemarau seperti saat ini, sejumlah gunung yang ada di Kabupaten Garut rawan dilanda kebakaran lahan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut pun mengingatkan para pendaki untuk tidak malakukan hal-hal yang bisa memicu kebakaran lahan di gunung.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan mengatakan, selain kondisi lahan yang kering akibat musim kemarau, ada beberapa faktor lainnya yang bisa memicu kebakaran lahan di gunung. Sebagaimana diketahui, di wilayah Garut cukup banyak gunung yang biasa dijadikan tempat pendakian seperti Gunung Guntur, Papandayan, dan Cikuray. 

"Tingkat kerawanan terjadinya kebakaran lahan pada gunung yang biasa menjadi tempat pendakian tentunya lebih besar karena banyaknya aktivitas warga. Terkadang ada perilaku pendaki yang baik secara sadar atau tidak sadar menimbulkan potensi kebakaran lahan," ujar Agus, Kamis 1 Agustus 2019.

Dikatakannya, dari ketiga gunung yang selalu banyak dikunjungi para pendaki di Garut itu, Gunung Guntur merupakan yang paling sering terjadi peristiwa kebakaran lahan. Bahkan hampir dapat dipastikan, kebakaran lahan di Gunung Guntur selalu terjadi setiap musim kemarau bahkan bisa sampai berulangkali.

Selama ini tuturnya, kebakaran lahan yang terjadi di gunung lebih diakibatkan dua faktor yakni alami dan kelalaian manusia. Yang alami, biasanya akibat gesekan pepohonan dan lainnya yang bisa memercikan api ke benda yang mudah terbakar di sekitar gunung.

“Sedangkan yang diakibatkan kelalaian manusia karena ulah manusia yang membuang puntung rokok semabarangan, atau karena lupa mematikan tungku api. Ini yang harus diminimalisasi bahkan dihilangkan, khususnya oleh mereka yang biasa melakukan kegiatan pendakian,” katanya.

Berkaca dari kejadian kebakaran di sejumlah gunung di Kabupaten Garut tambahnya, beberapa titik lokasi kebakaran terjadi di tempat yang tidak jauh dari lokasi berkemah para pendaki. Oleh karena itu pihaknya meminta agar para pendaki senantiasa memperhatikan lingkungannya ketika melakukan kegiatan pendakian.

Agus mengungkapkan, hasil pantauan selama ini khusus untuk kebakaran yang terjadi di Gunung Guntur tidak jarang juga terjadi karena faktor disengaja. Mitos yang beredar di masyarakat yang menyebutkan jika Gunung Guntur sudah terbakar maka musim hujan akan segera tiba, sangat kuat berkembang di masyarakat. 

"Maka dari itu, tak heran jika ada masyarakat yang secara sengaja melakukan pembakaran lahan dengan harapan hujan segera turun. Kepercayaan terhadap mitos ini cukup sulit untuk dihilangkan sehingga setiap musim kemarau pasti ada peristiwa kebakaran di Gunung Guntur," ucap Agus kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.***

Bagikan: