Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Umumnya berawan, 24.5 ° C

TNI AU Bangun Jembatan Gantung di Pelosok Perbatasan Cibiuk-Cibatu 

Tim Pikiran Rakyat
KOMANDAN Korpaskhas TNI AU, Marsekal Muda Eris Widodo melewati jembatan gantung yang baru diresmikan di Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Rabu 31 Juli 2019.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN
KOMANDAN Korpaskhas TNI AU, Marsekal Muda Eris Widodo melewati jembatan gantung yang baru diresmikan di Desa Cibiuk Kaler, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Rabu 31 Juli 2019.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN

GARUT, (PR).- Perasaan bahagia dirasakan warga di sejumlah kampung yang berada di wilayah perbatasan Kecamatan Cibiuk dan Cibatu. Kini mereka mempunyai sebuah jembatan yang cukup rePresentatif dan aman guna memperlancar aktivitas keseharian mereka.

Sebelumnya jika ingin beraktivitas, warga terpaksa harus menempuh perjalanan lebih jauh dengan biaya transport yang tinggi pula. Padahal dengan menggunakan jembatan, mereka hanya butuh waktu beberapa meit saja dan dengan hanya mengeluarkan biaya transfort jauh lebih rendah.

Kepala Desa Cibiuk Kaler, Enggis Erawan menyebutkan kini warga dari desanya yang ingin beraktifitas jauh lebih mudah dan cepat. Hal ini menyusul bisa digunakannya kembali Jembatan Geblug yang berlokasi di kawasan perbatasan Kecamatan Cibiuk dan Kecamatan Cibatu. 

"Sejak dulu jembatannya memang sudah ada tapi kondisinya sudah rusak parah. Kalaupun dipaksakan tetap digunakan untuk menyebrang, maka hal ini sangat berisiko bagi keselamatan warga," ujar Enggis kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.

Permudah aktivitas

Kini jembatan gantung yang keberadaanya sangat vital bagi warga tersebut menurut Enggis sudah kembali bisa digunakan setelah diperbaiki oleh TNI Angkatan Udara (AU). Bantuan dari TNI AU ini dinilainya sangat besar manfaatnya karena mempermudah warga dalam beraktivitas baik mereka yang mau berusaha maupun anak-anak yang mau sekolah. 

Diungkapkan Enggis, ketika jembatan ini tak bisa digunakan, warga dari daerahnya yang mau beraktifitas ke wilayah Cibatu dan juga sebaliknya terpaksa harus menempuh perjalanan lebih jauh. Tak hanya itu, mereka juga harus mengeluarkan biaya transport yang cukup mahal yakni rata-rata Rp 30 ribu.

Namun kini, warga cukup menempuh perjalanan hanya 10-15 menit dan dengan hanya biaya transport Rp 5 ribu, mereka sudah bisa beraktifitas. Selain itu yang lebih penting lagi, keselamatan mereka pun cukup terjaga karena kondisi jembatan yang kuat dan baik.

"Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada jajaran TNI AU yang telah membangun kembali jembatan gantung ini sehingga masyarakat bisa lebih mudah untuk melakukan aktivitas. Jembatan ini dibangun di atas aliran Sungai Cimanuk dengan lebar sekitar 20 meter dengan ketinggian dari dasar sungai sekitar 15 meter," katanya.

Program seribu jembatan

Komandan Korpaskhas TNI AU, Marsekal Muda Eris Widodo mengatakan pihaknya merasa senang karena bisa membantu mempermudah aktivitas warga dengan dibangunnya jembatan tersebut. Pembangunan jembatan ini merupakan rangkaian acara bakti sosial dalam merayakan Hari Ulang Tahun ke-76 TNI AU. 

"Dalam hal ini TNI akan membantu program pemerintah, salah satunya dengan membangunkan jembatan perintis seperti yang kita bangun di Garut ini. Namun hal ini juga kita lakukan di daerah lainnya di Indonesia," ucap Eris saat ditemui pada acara peresmian jembatan di Desa Cibiuk kaler, Kecamatan Cibiuk, Rabu (31/7/2019).

Kegiatan pembangunan jembatan ini, menurutnya, dilaksanakan TNI AU bekerja sama dengan organisasi alam Vertical Rescue. Ia berharap keberadaan jembatan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat sehingga bisa mempermudah mereka dalam beraktivitas, tentunya denga keamanan dan kenyamaan yang terjaga.

Eris mengungkapkan, TNI AU memiliki program membangun seribu jembatan gantung di seluruh Indonesia sebagai program karya bakti prajurit TNI untuk masyarakat. Di wilayah Garut sendiri, hingga saat ini telah ada 11 jembatan yang dibangun dan salah satunya yang berada di perbatasan Kecamatan Cibiuk dan Cibatu ini.

Pihaknya tutur Eris, sengaja membuat proigram pembangunan jembatan karena jembatan merupakan fasilitas yang penting bagi masyarakat untuk menunjang kegiatan ekonomi, pendidikan maupun agama, serta berbagai aktivitas lainnya. Hal penting lain yang harus dipertimbangkan tentunya faktor kemanan dan kenyamanan warga sebagai pengguna jembatan. 

Dalam kesempatan itu, Eris berpesan kepada masyarakat dan pemerintahan setempat untuk sama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut agar tidak cepat rusak dan tetap bisa digunakan. Rasa memiliki di hati masyarakat juga harus ditumbuhkan agar mau sama-sama merawatnya dengan sebaik-baiknya hingga manfaatnya bisa dirasakan secara bersama-sama.***  

Bagikan: