Pikiran Rakyat
USD Jual 14.012,00 Beli 14.110,00 | Umumnya berawan, 20.7 ° C

Penagih Pinjaman Online Resahkan Pemilik Akun Media Sosial

Tim Pikiran Rakyat
BUKTI pesan singkat tagihan melalui WhatsApp dari jasa pinjaman online yang disebar ke pemilik akun di media sosial.*/MUSLI JERRY/KABAR PRIANGAN
BUKTI pesan singkat tagihan melalui WhatsApp dari jasa pinjaman online yang disebar ke pemilik akun di media sosial.*/MUSLI JERRY/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN,(PR).- Warga Pangandaran, utamanya pemilik akun media sosial kini dibuat resah, terkait adanya pesan dengan kalimat tidak sopan. Setelah dirunut, pesan-pesan dengan kalimat tak senonoh itu, efek dari perjanjian pinjaman online.

Namun yang menjadi masalah, pesan tersebut tidak ditujukan langsung kepada kepada peminjam. Melainkan menyasar ke sejumlah orang yang menjadi teman peminjam. Keruan saja hal tersebut sangat menjengkelkan penerima pesan, karena tidak tahu menahu soal pinjaman online (pinjol).

"Rupanya ada teman yang terlambat bayar pinjol, tapi yang diingatkan justru teman-temannya. Itu sangat mengganggu. Apalagi pesan tersebut menggunakan kata-kata kasar," ucap Anyelir (45), Kamis 1 Agustus 2019.

Dia mengatakan sangatlah resah dan kaget karena tiba-tiba ada yang memberitahukan melalui akunnya di media sosial dari pinjaman online agar memberitahukan kalau ada tagihan ke nasabah berinisial SA yang telah meminjam uang. "Saya juga tidak tahu, kok tiba-tiba ada yang nge-tag dari pinjol di akun medsos," ungkapnya.

Menurutnya, isi pemberitahuan tersebut dari nomor telefon yang berbeda bahwa nasabah harus segera membayar tagihannya karena sudah jatuh tempo dan diharap melunasi.

"Isinya yang bersangkutan belum menyelesaikan kewajibannya jatuh tempo pembayaran Rp 1.500.000,- ," tuturnya.

Terlambat dua hari

Begitu juga masuk ke akun milik Dian (36) dengan nomor telefon berbeda tetapi nama nasabah yang ditagihnya sama berinisial SA, yang disampaikan kata-katanya berbeda seperti untuk menyampaikan karena tagihannya sudah terlambat dua hari.

"Memberitahu kalau nasabah tersebut harus segera membayar hari ini," katanya kepada wartawan Kabar Priangan, Muslih Jerry.

Selain menyebarkan tagihan nasabah yang menunggak pembayaran di akun media sosial, penagih juga menelefon langsung. Ada juga salah satu warga Pangandaran yang ditelepon oleh orang tak dikenal dengan kata-kata keras juga tidak sopan bahkan hingga mengintervensi karena nasabah tersebut sudah tidak bisa dihubungi nomor telefonnya.

"Saya tidak tahu apa-apa, tiba-tiba ada yang menelefon dengan nada kasar mengaku sebagai penagih hutang," ungkap Wati korban yang nomor telefonnya tercantum dalam ponsel si peminjam.

Dirinya saat menceritakan pengalamannya mendapatkan telefon yang mengaku dari jasa pinjaman online, sangat kaget dan merasa resah karena si penagih tersebut sampai membawa nama suaminya.

"Tentu suami saya marah dengan perlakuan si penagih dan begitu ditelefon balik sudah tidak aktif," tuturnya.

Penyedia jasa pinjol itu menelefon untuk meminta tolong agar menagih kepada si peminjam yang belum membayar angsuran utang.

"Jelas marah karena si peminjam mencantumkan nomor telefon tanpa sepengetahuan saya," tambahnya.***

Bagikan: