Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Cerah berawan, 20.2 ° C

Kasus DBD Melonjak, 16 Orang Meninggal Dunia

Agung Nugroho
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

SUMBER, (PR).- Kasus penyakit Debab Berdadarah Dengue (DBD) selama musim kemarau di Kabupaten Cirebon melonjak. Sampai akhir Juli 2019 lalu, kasus DBD telah menembus angka 1.000 penderita, 16 orang diantaranya meninggal dunia.

Lonjakan kasus DBD berdasarkan catatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Kamis, 1 Agustus 2019, terlihat dalam dua bulan terakhir. Di bulan Juni, ada 846 penderita, lalu di bulan Juli baru lalu, melonjak sampai 1.035 penderita.

Saat tembus di angka 1.000 kasus lebih itu, sebanyak 16 penderita di antaranya meninggal dunia. Lonjakan jumlah penderita, merupakan isyarat bagi seluruh jajaran Dinkes untuk waspada dan lebih maksimal dalam melakukan penanganan.

“Musim kemarau yang panjang, menjadi salah satu penyebab melonjaknya jumlah angka penderita DBD. Dari 1.035 angka tersebut, ada yang sudah positif, ada yang masih gejala DBD,” tutur Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Hj Enny Suhaeni.

Selama kemarau berlangsung, dia menuturkan, terjadi cuaca ekstrim di wilayah pantai utara (pantura) Cirebon. Hal ini berdampak pada terjadinya ledakan populasi nyamuk aedes aegypti.

Ditambah masih rendahnya kesadaran masarakat dalam menjaga sanitasi dan kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. Dua hal itu menjadi faktor signifikan dari lonjakan angka kasus DBD di daerahnya.

“Kalau dilihat dari petanya, berdasar kasus DBD yang terjadi, endemik ini hampir merata di semua wilayah di Cirebon. Makanya saya minta seluruh jajaran dinkes lebih maksimal melakukan pencegahan dan penanganan,” tutur Enny.

PASIEN anak yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, Jawa Barat, Kamis, 31 Januari 2019 lalu. Jumlah pasien DBD di RSHS meningkat hingga 10 kali lipat atau sekitar 104 pasien selama Januari 2019 dibandingkan dengan Januari 2018 yang hanya tujuh orang pasien.*/ANTARA

Peta endemik

Beberapa kecamatan yang masuk kategori rawan, di antaranya Plumbon, Sindanglaut, Susukanlebak, dan Losari. Plumbon yang terletak di wilayah barat Cirebon, tercatat tertinggi, mencapai 53 positif DBD, diikuti Sindanglaut 50, Losari 30, dan Sususkanlebak 28 kasus.

Kecamatan lain yang masuk peta endemik dan berkategori rawan, dilihat dari kasus yang terjadi, antara lain Gegesik, Kedawung, Gunungjati, Ciledug, Babakan, Suranenggala, Karangsari, Palimanan, Klangenan, dan Arjawinangun. Dari kecamatan tadi, menunjukan tingkat kerawanan DBD terjadi menyeluruh di seluruh wilayah di daerah tersebut.

"Peta endemiknya merata. Penanggulangan DBD ini kita berkoordinasi dengan instansi lain, terutama kecamatan hingga desa sampai tingkat RT (Rukun Tetangga). Kita gencarkan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk),” tuturnya.***

Bagikan: