Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 29.9 ° C

Bandara Kertajati Segera Bisa Dipakai Mengirim Kargo

Yulistyne Kasumaningrum
BANDARA Kertajati di Majalengka/ANTARA
BANDARA Kertajati di Majalengka/ANTARA

BANDUNG, (PR).- Pengiriman kargo dari Bandara Kertajati akan segera dapat dilakukan. Selain telah didukung sejumlah fasilitas, saat ini pemerintah mendorong dan mempercepat proses perijinan regulated agent (RA) di Bandara Kertajati.

RA adalah suatu perusahaan yang bertugas melakukan pemeriksaan kargo di bandara.

Hal tersebut terungkap saat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkunjung ke kantor redaksi Pikiran Rakyat, Kamis 1 Agustus 2019.

Kegiatan yang dilanjutkan dengan ekspos hasil perjalanan dinas luar negeri ke Inggris, Skotlandia, dan Swedia itu juga dihadiri Kepala Otoritas Bandara Wilayah I Herson, Direktur Keamanan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementrian Perhubungan Dadun Kohar, GM Kertajati Ibut Astono, Direktur Utama Pikiran Rakyat Perdana Alamsyah, Direktur Bisnis Pikiran Rakyat Januar P Ruswita, Direktur Operasional Pikiran Rakyat Kartono Sarkim, dan Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat Noe Firman.

DIREKTUR Keamanan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubud Kementerian Perhubungan Dadan Kohar (dari kanan), Kepala Otoritas Bandara Wilayah 1 Herson, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi Direktur Utama Pikiran Rakyat Perdana Alamsyah  menjelaskan hasil survey Dinas Perjalanan Luar Negeri ke tiga negara di Aula Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Kamis, 1 Agustus 2019.*/ARIF HIDAYAH/PR

Herson menuturkan, saat ini pengiriman cargo di Bandara Kertajati masih belum berjalan lancar. Situasi tersebut terjadi karena saat ini di Bandara Kertajati belum terdapat RA. Sementara berdasarkan aturan yang ada, seluruh pengusaha harus melewati RA.

Kondisi tersebut berbeda dengan situasi di Bandara Husein Sastranegara yang mobilisasi cargo baik outgoing maupun incoming telah berjalan lancar sehingga dapat mendukung aktivitas ekspor para pengusaha Jabar. Namun, Bandara Husein Sastranegara memiliki keterbatasan dalam hal peningkatan kapasitas.

“Masalah ini tentu menjadi perhatian dan tengah dicarikan solusinya. Apakah RA yang ada di Bandara Husein Sastranegara bisa dikirimkan langsung ke Bandara Kertajati atau ada lebih dari 1 RA di sana. Hal ini sedang dalam penggodokan. Bandara Kertajati terus dipersiapkan karena nanti pesawat yang beroperasi tidak hanya domestik tetapi juga internasional,” ucapnya.

AIR Asia merupakan salah satu maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandara Kertajati.*/TATI PURNAWATI/KABAR CIREBON

Dadun Kohar mengatakan, saat ini sudah ada satu perusahaan RA yang telah mengajukan diri. Merujuk pada tingginya kebutuhan layanan kargo di Bandara Kertajati, dia telah memahaminya sehingga tengah mempercepat proses perizinan tersebut.

“Terus dikawal untuk sesegera mungkin bisa melaksanakan. Setelah semua persyaratan lengkap, kemudian dilakukan verifikasi,” katanya.

Ridwan Kamil memaparkan, sebagai buah tangan dari kunjungan ke Eropa, maskapai penerbangan Cathay Pasific telah menunjukkan minat untuk mengembangkan Bandara Kertajati. Dalam beberapa waktu ke depan, Cathay Pasific akan mengirimkan timnya untuk membangun terminal kargo di Bandara Kertajati.

“Kertajati ini income ada 4, selain penumpang, juga ada kargo, e-commerce, dan properti,” katanya.

Menyoal angka setelah sebulan Bandara Kertajati beroperasi

Sementara itu selama sebulan dipindahkannya sejumlah penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Kertajati, hingga 31 Juli tercatat ada 916 penerbangan dengan total penumpang 105.460 orang. Rata-rata penumpang per hari mencapai 3.400 orang.

Ibut Astono mengatakan, load factor rata-rata penerbangan ada di angka 65,63 persen. Angka tersebut diyakini cukup baik mengingat pada pembukaan awal target load factor ada di level 60 persen.

“Maskapai yang sudah mendapatkan izin ada 24 penerbangan namun yang sudah diterbangi baru 21 rute,” katanya.

Ibut berkata, selama sebulan, dari total 1.305 penerbangan, sekira 70 persen diterbangkan. Sementara sekira 389 penerbangan atau sekira 29 persen mengalami pembatalan penerbangan.

“Untuk kargo, saat ini baru melayani incoming padahal dari sisi SDM dan fasilitas telah siap. Mudah-mudahan bisa segera terlaksana,” katanya.***

Bagikan: