Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 22.1 ° C

Warga Panik Lihat Harimau Lodaya Loncat di Kaki Gunung Tampomas

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI lukisan harimau.*/ANTARA
ILUSTRASI lukisan harimau.*/ANTARA

SUMEDANG,(PR).- Warga di wilayah Dusun Sarongge Desa Banyuasih Kecamatan Tanjungkerta, kini dibuat heboh dengan isu kemunculan Harimau Lodaya di kawasan kaki Gunung Tampomas.

Menurut rumor yang berkembang, harimau berwarna kuning loreng hitam itu konon sempat terlihat meloncat melintasi jalan setapak di kawasan kaki Gunung Tampomas atau sekitar ratusan meter di atas perkampungan Sarongge.

Yang sempat melihat kemunculan harimau berukuran besar ini, kabarnya sudah ada dua orang. Dan keduanya merupakan warga Dusun Sarongge, yang kesehariannya memang sering bolak balik melakukan aktivitas di hutan.

Isu soal kemunculan kucing besar ini dibenarkan Kepala Desa Banyuasih, Dadang. Malah menurut Dadang, dia memang sudah mendengar informasi itu dari orang yang sempat melihat langsung kemunculan harimau tersebut.

"Memang betul, saya mendapat laporan langsung dari Abas dan Jana. Kedua orang ini, beberapa hari lalu sempat menginformasikan kepada saya, kalau mereka pernah melihat langsung harimau besar, katanya ukuran harimau itu sebesar anak sapi," kata Dadang, di sela-sela kegiatan Pencanangan Bursa Inovasi Desa, di Kantor Desa Bongkok Kec. Paseh, Rabu 31 Juli 2019.

Merasa takut

Isu kemunculan Harimau Lodaya ini, memang baru pertama kali terdengar. Sebab selama ini, harimau-harimau yang sempat muncul terlihat ini paling hanya harimau jenis Macan Kumbang saja.
Karenanya, tidak heran jika warga yang sempat melihat harimau itu mengaku panik dan tak bisa berdaya karena merasa takut saat melihat harimau tersebut

"Saya juga percaya tidak percaya mendengarnya. Cuma Abas pernah laporan langsung kepada saya, katanya 'Pa abdi mah ningali maung macan nu belang luncat di jajalaneun abdi di leuweung. Abi mah tepi ka ngayekyek saking ku soak, malah mah anjing oge tepi ka ngahephep," kata Dadang saat menceritakan pengakuan Abas, warga Sarongge yang sempat melihat harimau itu.

Fenomena turunnya harimau dari gunung ini, kata Dadang, memang sangat masuk akal, sebab pohon-pohon di atas kawasan kaki Gunung Tampomas itu belakangan ini banyak yang ditebang. Sehingga, habitat-habitat hewan liar itu pun otomatis menjadi terganggu, dan akhirnya hewan-hewan itu turun gunung untuk mencari mangsa atau mungkin mencari air.

"Kalaupun informasi ini benar, mungkin akibat hutannya banyak ditebang," katanya.

Informasi serupa disampaikan juga oleh Kepala Desa Boros Kec. Tanjungkerta, Dadan Iskandar. "Bisa saja, soalnya warga saya juga sempat ada yang pernah melihat harimau sedang melintas di hutan. Karena kebetulan, wilayah kami juga berada di bawah Kaki Gunung Tampomas," ujar Dadan kepada wartawan Kabar Priangan, Taufik Rochman.
 
Hanya saja, informasi yang diterima dari warganya tidak begitu jelas, jenis harimau apa yang sempat dilihatnnya, sebab mereka keburu panik. Namun yang pasti, warga yang sempat melihat harimau itu, memang bukan cuma satu orang saja, akan tetapi sudah ada beberapa orang.

"Perkiraan kami, harimau itu turun gunung karena pepohonan di kawasan hutan Gunung Tampomas-nya banyak ditebang. Contohnya di Blok Pasir Laja, entah berapa hektare pepohonan di kawasan hutan tersebut yang sekrang sudah ditebang, dan penebangan itu pasti akan mengganggu habitat hewan-hewan di hutan itu," ujarnya.***
 

Bagikan: